Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan lebih dari 50 jet tempur ke kawasan Timur Tengah dalam kurun 24 jam terakhir. Langkah ini dilakukan di tengah berlangsungnya perundingan nuklir dengan Iran di Jenewa.
Dilansir dari Axios, Kamis, 19 Februari 2026, pengerahan yang mencakup jet tempur F-35, F-22, dan F-16 tersebut terdeteksi melalui data pelacakan penerbangan sumber terbuka dan dikonfirmasi oleh seorang pejabat Amerika Serikat.
Manuver militer ini bertepatan dengan tuntutan pemerintahan Trump agar Iran menyetujui kesepakatan nuklir baru yang melarang sepenuhnya pengayaan uranium. Meski Menteri Luar Negeri Iran menyatakan pada 17 Februari bahwa "jalur menuju kesepakatan sudah dimulai," hingga saat ini kesepakatan final belum tercapai.
Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam proses perundingan, masih banyak detail teknis yang perlu dirundingkan lebih lanjut.
Baca Juga: Deretan Agenda Prabowo di Amerika Serikat
Sebagai langkah lanjutan, Iran disebut menawarkan untuk kembali dalam dua pekan dengan proposal rinci guna menjembatani perbedaan posisi setelah melakukan negosiasi dengan utusan Presiden Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff.
Di tengah jalannya diplomasi, penguatan militer tetap dilakukan secara intensif. Laporan Air & Space Forces Magazine pada 17 Februari 2026 mencatat pergerakan puluhan jet tempur menuju berbagai pangkalan di Eropa dan Timur Tengah.
Sebagian pesawat yang dikerahkan merupakan jenis yang sama dengan yang digunakan dalam "Operation Midnight Hammer" terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Jet Tempur F-35 Israel (Air & Space Forces Magazine)
Secara rinci, pergerakan aset udara terpantau sebagai berikut:
- Jet F-16 Fighting Falcon bergerak dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman, Aviano di Italia, dan McEntire Joint National Guard Base di South Carolina.
- Jet F-22 Raptor sebanyak enam unit dari Joint Base Langley-Eustis, Virginia, tiba di RAF Lakenheath, Inggris, pada 17 Februari dengan sandi panggilan “TREND” sebagai titik transit sebelum menuju Timur Tengah.
- Jet F-35 Lightning II sebanyak 18 unit dari 48th Fighter Wing RAF Lakenheath berangkat pada 16 Februari dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara dan bergabung dengan 12 unit F-35A dari Vermont Air National Guard yang telah lebih dulu dikerahkan.
Kekuatan udara tersebut melengkapi aset yang sudah berada di kawasan, termasuk skuadron F-15E Strike Eagle dan A-10 Thunderbolt II, serta pesawat pendukung misi intelijen.
Baca Juga: Dugaan Penebangan Hutan Pemicu Banjir Bandang Guci Tegal, Istana Bilang Begini
Pesawat RC-135 Rivet Joint dilaporkan dipindahkan dari Qatar ke Pulau Kreta, Yunani, yang dinilai lebih aman, sementara satu unit lainnya sedang menuju lokasi yang sama dari Florida. Pesawat patroli maritim P-8 Poseidon juga aktif melakukan misi, termasuk patroli di Selat Hormuz.
Di sektor maritim, kehadiran dua gugus tempur kapal induk memperkuat posisi AS. USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab dengan kekuatan jet F-35C dan F/A-18 Super Hornet.
Sementara itu, kapal induk USS Gerald R. Ford dialihkan dari Karibia menuju Mediterania Timur, meninggalkan wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS pada 17 Februari 2026 guna memperkuat posisi Amerika Serikat di pintu masuk kawasan Timur Tengah.
Kapal Induk AS (Istimewa)