Menhub Tutup 11 Bandara Perintis Papua Usai Penembakan Pilot

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 11:54
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026. ANTARA/Harianto Tangkapan layar - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026. ANTARA/Harianto (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan penutupan sementara 11 bandara perintis di Papua merupakan langkah preventif menyusul insiden penembakan pilot dan kopilot, guna memastikan keselamatan penerbangan serta keamanan operasional bandara.

"Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini diambil menyikapi insiden penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation yang menewaskan pilot dan kopilot. Penutupan dilakukan karena bandara-bandara tersebut belum memiliki tingkat pengamanan memadai, sehingga berisiko bagi awak dan penumpang dalam operasional penerbangan perintis.

Menhub menjelaskan Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keamanan di sekitar bandara terkelola optimal, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

"Khususnya yang berada di daerah 3TP sebagaimana yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Papua (penembakan pilot dan kopilot), kami telah melakukan koordinasi dengan stakeholder," ujar Menhub.

Koordinasi ini melibatkan aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menjaga stabilitas wilayah, sekaligus mendukung pemulihan bertahap aktivitas transportasi udara di bandara perintis terdampak.

Baca Juga: Kaops Ungkap 20 Anggota KKB Tembaki Pesawat Smart Air

"Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan yang ada di bandara itu bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya," kata Menhub.

Kementerian Perhubungan menekankan operator yang menghentikan penerbangan perintis di Papua karena alasan keamanan tidak akan dikenai sanksi.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan operator yang menghentikan penerbangan, karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa.

Lukman menambahkan, penerbangan perintis tetap bisa dilaksanakan asalkan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi. Operator diberikan kewenangan penuh untuk menilai keamanan dan memutuskan kelanjutan operasional demi keselamatan.

Insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Korowai Batu (DNW) menjadi perhatian serius Kemenhub.

Baca Juga: Polri dan TNI Tingkatkan Pengamanan Bandara Korowai Usai Insiden Penembakan

Pada 11 Februari 2026, pilot dan kopilot meninggal dunia diduga ditembak di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Untuk mengantisipasi risiko, Ditjen Hubud menghentikan sementara operasional di sebelas bandara atau lapangan terbang (lapter) rawan keamanan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ke-11 bandara perintis itu adalah Satpel Korowai Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga.

"Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan," kata Lukman.

Selain itu, lima bandara dengan situasi rawan terkendali namun telah dijaga TNI/Polri tetap dapat beroperasi dengan memperhatikan kondisi daerahnya.

Kelima bandara tersebut meliputi Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga, dan Bandara Illu.

(Sumber: Antara) 

x|close