Waspadai Serangan Iran, Amerika Tambah Pasukan di Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 19:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Moskow – Amerika Serikat (AS) dilaporkan menargetkan penyelesaian pengerahan tambahan pasukan di kawasan Timur Tengah pada pertengahan Maret 2026 sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan operasi militer ke Iran. Informasi tersebut disampaikan surat kabar The Washington Post yang mengutip sejumlah pejabat AS.

Presiden AS Donald Trump bersama penasihat keamanan nasional mengadakan rapat di Situation Room pada Rabu, 18 Februari 2026, guna membahas dinamika terbaru terkait Iran.

Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa pemerintah secara sengaja memperlihatkan peningkatan kehadiran militer di kawasan tersebut sebagai sinyal politik dan strategis. Trump juga memperingatkan bahwa “hal-hal buruk” bisa terjadi apabila Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebut Trump tengah menimbang opsi serangan terbatas pada tahap awal yang menyasar fasilitas militer dan pemerintahan Iran. Langkah tersebut disebut-sebut bertujuan menekan Teheran agar bersedia menandatangani kesepakatan terkait program nuklirnya.

Baca Juga: Trump Beri Tenggat 10 Hari untuk Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

Putaran kedua perundingan antara Iran dan AS mengenai program nuklir Teheran digelar pada 17 Februari 2026 di Jenewa dengan mediasi Oman. Seusai pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa terdapat perkembangan positif.

Ia mengatakan kedua pihak akan mulai menyusun draf dokumen yang berpotensi menjadi dasar kesepakatan.

Sebelumnya, media penyiaran CBS News melaporkan bahwa pasukan AS telah meningkatkan kesiapsiagaan sejak Sabtu, 14 Februari 2026, menyusul kemungkinan eskalasi terhadap Iran. Namun hingga kini, Presiden Trump disebut belum menetapkan keputusan final terkait opsi militer.

Di pihak lain, Abbas Araghchi pada Sabtu, 7 Februari 2026, menegaskan bahwa Teheran akan membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia apabila Washington melancarkan serangan lebih dahulu.

Pemerintah Iran juga kembali menekankan bahwa program rudal mereka tidak termasuk dalam agenda perundingan nuklir karena dianggap sebagai bagian dari kepentingan pertahanan nasional yang tidak dapat dinegosiasikan.

Baca Juga: Trump Ajak Iran Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Peringatkan Konsekuensi Jika Menolak

(Sumber: Antara) 

x|close