Ntvnews.id, Washington - Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF), Jasper Jeffers, menyatakan bahwa kekuatan multinasional yang dibentuk berdasarkan kesepakatan perdamaian Gaza itu akan diperkuat 20.000 tentara. Pasukan tersebut akan bekerja berdampingan dengan 12.000 personel polisi Palestina di Jalur Gaza.
Dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) usulan Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 19 Februari 2026, Jeffers menjelaskan bahwa pelatihan bagi personel ISF dan polisi Palestina akan digelar di Mesir dan Yordania.
Menurut Jeffers, pemerintah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, dan Albania, serta otoritas Kosovo, telah menyatakan komitmen untuk mengirimkan pasukan ke Gaza. Namun, ia tidak memerinci jumlah kontribusi masing-masing negara maupun jadwal pasti pengerahan.
Dalam forum yang sama, Presiden AS Donald Trump menyebut sembilan negara, Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait, telah menjanjikan bantuan total 7 miliar dolar AS untuk Gaza. Nilai tersebut masih jauh di bawah estimasi kebutuhan rekonstruksi yang diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS.
Baca Juga: Indonesia Masuk Lima Negara Pertama Kirim Personel ISF ke Gaza
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa proses pembangunan kembali Gaza tidak akan dilakukan sebelum kelompok Hamas dilucuti.
"Tidak akan ada rekonstruksi di Jalur Gaza sebelum demiliterisasi (Hamas) dilakukan," kata Netanyahu dalam upacara kelulusan perwira Israel Defense Forces (IDF) pada Kamis, 19 Februari 2026.
Trump diketahui membentuk BoP secara resmi di Davos, Swiss, pada Januari 2026. Namun, inisiatif yang dipimpin AS tersebut menuai respons beragam. Sejumlah negara menyampaikan kekhawatiran bahwa peran BoP berpotensi tumpang tindih atau bahkan melemahkan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa juga mengungkapkan bahwa Uni Eropa memiliki keraguan serius terhadap sejumlah aspek BoP, termasuk ruang lingkup tugas, tata kelola, serta kesesuaiannya dengan Piagam PBB.
Baca Juga: Menlu RI Pastikan Pasukan ISF di Gaza Tidak Terlibat Operasi Tempur
(Sumber: Antara)
Jasper Jeffers (Al Jazeera)