Menteri HAM Pastikan Teror terhadap Ketua BEM UGM Bukan dari Pemerintah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 21:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan keterangan terkait teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto saat jumpa pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026. ANTARA/Fath Putra Mulya Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan keterangan terkait teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto saat jumpa pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026. ANTARA/Fath Putra Mulya (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto tidak mungkin berasal dari pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Pigai dalam jumpa pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026, menanggapi ancaman yang diterima Tiyo dan keluarganya setelah menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Menurut Pigai, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa hukum tidak boleh digunakan penguasa untuk kepentingan kekuasaan atau membungkam hak asasi manusia.

“Hukum tidak akan pernah dipakai alat penguasa untuk menjustifikasi kebenaran dan membungkam orang, tidak akan pernah. Oleh karena itulah saya pastikan bahwa teror tidak mungkin dari pemerintah,” ucapnya.

Terkait identitas pelaku teror, Pigai menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk menindaklanjuti. Ia menekankan kepolisian harus mengungkap siapa pelaku sebenarnya.

“Kalau Anda bikin rekayasa sendiri atau orang lain yang teror, itu urusan polisi, maka kita minta polisi cek, polisi tanya, lakukan penyelidikan. Menurut saya, memang polisi yang harus mengungkap sebenarnya siapa pelaku itu,” katanya.

Baca Juga: Teror ke Ketua BEM UGM, Mensesneg: Kritik Mahasiswa Sah Asal Dilakukan Etis

Pigai juga menyoroti surat kritik Tiyo kepada United Nations International Children’s Emergency Fund yang mengaitkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemilihan umum 2029.

“Kok dia bisa kaitkan dengan pemilu 2029? Kok enggak tahu perasaan orang kecil yang membutuhkan makanan? Kenapa kaitkan pemilu 2029?” ucapnya.

Menteri HAM menegaskan bahwa kritik diperbolehkan di negara demokrasi, namun harus disampaikan dengan etika.

“Kalau Anda menghina, tidak boleh. Bagi bangsa Indonesia, tidak etis. Kalau Anda kritik boleh, anytime (kapan pun) boleh kritik, bebas, negara kasih kesempatan memberi kritik. Kalau hina, jangan,” tambahnya.

Sebelumnya, Tiyo menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor dengan kode Inggris. Pesan tersebut juga menuduhnya sebagai agen asing dan mencari panggung.

“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan yang diterimanya.

Baca Juga: DPR Minta Polisi Usut Teror ke Ketua BEM UGM: Itu Pembungkaman!

(Sumber: Antara) 

x|close