A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Hasil Autopsi Bocah di Sukabumi yang Diduga Disiksa Ibu Tiri hingga Tewas - Ntvnews.id

Hasil Autopsi Bocah di Sukabumi yang Diduga Disiksa Ibu Tiri hingga Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Feb 2026, 09:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi kekerasan ilustrasi kekerasan (bengkulu info)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus kematian bocah laki-laki berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, memasuki babak baru setelah hasil autopsi resmi dirilis. Pemeriksaan forensik mengungkap adanya luka bakar yang tersebar di hampir seluruh tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian hingga kini belum dapat dipastikan.

 

 

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Carles Siagian

, memaparkan hasil pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Tim medis menemukan luka bakar di sejumlah area vital, termasuk anggota gerak dan bagian wajah.

"Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas," ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, dilansir detikJabar, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Carles, distribusi luka bakar tidak hanya terbatas pada satu titik. Luka serupa juga ditemukan di lengan, paha, tangan, serta kaki korban. Namun, pihak forensik belum dapat memastikan apakah luka tersebut murni akibat tindakan kekerasan.

"Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar," imbuhnya.

Baca Juga: Manchester City Bungkam Newcastle United Skor 2-1

Walaupun kondisi kulit korban mengalami melepuh di berbagai bagian, tim forensik menyatakan luka bakar tersebut secara teori tidak langsung menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, penyebab utama meninggalnya NS masih dalam tahap pendalaman.

"Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," katanya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa penyelidikan medis belum selesai. Diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap kematian korban.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), saat dirinya sedang bekerja di Kota Sukabumi. Ia menerima panggilan dari istrinya yang memintanya segera pulang.

"Saya ditelepon, 'pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas'. Itu kata istri saya," ujar Anwar.

Setibanya di rumah, Anwar mendapati kondisi anaknya sudah dalam keadaan mengenaskan. Kulit korban tampak melepuh di beberapa bagian tubuh dan terlihat pula luka lebam.

Baca Juga: Menang 3-2 atas Frankfurt, Bayern Muenchen Kokoh di Puncak Klasemen

"Pas sampai di rumah saya kaget kondisi anak saya sudah pada melepuh. Saya tanya kenapa? Dia (istri) jawab, ini kan sakit panas, makanya melepuh," tuturnya.

Awalnya, ia mengira luka tersebut merupakan dampak demam tinggi. Bahkan, ia sempat berencana membeli salep untuk mengobati luka anaknya. Namun kondisi NS terus memburuk hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit pada siang hari.

Di tengah upaya penanganan medis, seorang kerabat sempat berbincang dengan korban. Dalam percakapan itu, muncul pengakuan yang mengejutkan.

"Ditanyalah, ngaku dikasih minum air panas (oleh ibu tirinya). Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal," kata Anwar.

Pengakuan tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan apakah luka bakar yang ditemukan dalam autopsi berkaitan dengan dugaan penganiayaan.

Hingga saat ini, hasil autopsi baru mengungkap adanya luka bakar luas di tubuh korban, sementara penyebab kematian masih menjadi tanda tanya besar yang menunggu kepastian dari pemeriksaan lanjutan.

x|close