A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$source

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 46

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 46
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$caption

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 49

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 49
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Ayah Ungkap Kronologi Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi yang Diduga Disiksa Ibu Tiri - Ntvnews.id

Ayah Ungkap Kronologi Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi yang Diduga Disiksa Ibu Tiri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Feb 2026, 09:54
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan

Ntvnews.id, Jakarta - Kisah meninggalnya NS (12), bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Di tengah dugaan kekerasan yang menyeret nama ibu tirinya, sang ayah, Anwar Satibi (38), membeberkan runtutan peristiwa sejak pertama kali menerima kabar kondisi anaknya memburuk hingga proses otopsi dilakukan di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi

.

Peristiwa bermula pada malam pertama salat tarawih di awal Ramadan. Anwar yang sedang bekerja di Kota Sukabumi menerima telepon dari istrinya. Ia diberi tahu bahwa NS dalam kondisi tidak sehat, demam, dan mengigau.

 

Tanpa menunggu lama, Anwar memutuskan pulang untuk memastikan kondisi putranya. Saat ditemui wartawan di RS Bhayangkara, Jumat (20/2/2026), ia mengingat jelas percakapan yang membuatnya bergegas kembali ke rumah.

"Nah, saya pulang karena ada telepon. Pulang ya uih (pulang), (NS) teu damang (sedang sakit), terus mengelantur, panas (demam)," kata Anwar.

Setibanya di rumah, Anwar mengaku terkejut melihat kondisi tubuh anaknya. Kulit NS tampak melepuh di sejumlah bagian. Ia pun langsung menanyakan penyebab luka tersebut kepada istrinya.

"Saya pulang, waktu sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh," tuturnya.

Baca Juga: Hasil Autopsi Bocah di Sukabumi yang Diduga Disiksa Ibu Tiri hingga Tewas

Saat ia meminta penjelasan, sang istri menyebut luka itu dipicu oleh demam tinggi yang dialami NS. Anwar mengaku sempat menerima penjelasan tersebut dan berpikir akan membeli salep serta membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.

"Saya tanya, 'Mah, kenapa ini kulitnya (NS) seperti ini?' Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh. Nah, saya pikirnya ya nanti ya sudah beli salep begitu, dibawa ke rumah sakit," tutur Anwar.

Keesokan paginya, Kamis (19/2/2026), Anwar membawa NS ke rumah sakit. Di sanalah muncul pengakuan yang mengubah pandangannya.

Dalam kondisi dirawat, NS menyampaikan bahwa luka melepuh di tubuhnya diduga akibat disiram atau diberi minum air panas oleh ibu tirinya. Pengakuan tersebut membuat Anwar mulai mencurigai adanya tindak kekerasan.

"NS ngaku dikasih minum air panas, makanya itu ada di dalam video (luka melepuh NS berada) di kaki, ada di punggung, di tangan, banyak," lanjut Anwar.

Video yang kemudian beredar di media sosial memperlihatkan luka di sejumlah bagian tubuh korban. Seusai pengakuan itu, sempat terjadi adu mulut di lokasi. Pada Kamis sore (19/2/2026), NS dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: MBG Bawa Berkah, Harga Wortel Petani Manggarai NTT Naik 3 Kali Lipat

Meski kecurigaan mulai muncul, Anwar menegaskan tidak ingin gegabah menuduh. Ia memilih menempuh jalur hukum dengan mengajukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian anaknya.

"Kecurigaan ada (dugaan penganiayaan oleh ibu tiri NS), tetapi kami tidak bisa menuduh. Ya makanya saya mau melakukan otopsi biar jelas nanti hasilnya," ucapnya.

Hasil otopsi yang diumumkan Jumat (20/2/2026) oleh tim forensik RS Bhayangkara menunjukkan adanya luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk lengan, kaki, paha, dan tangan. Luka juga ditemukan di area bibir dan hidung yang diduga berkaitan dengan paparan panas.

Meski demikian, dokter forensik belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah luka-luka tersebut akibat tindak penganiayaan. Sampel organ jantung dan paru-paru korban telah dikirim ke laboratorium di Jakarta guna mengidentifikasi kemungkinan adanya zat tertentu dalam tubuh korban.

Kasus ini kini menjadi perhatian aparat penegak hukum untuk mengungkap secara terang penyebab kematian NS, sementara sang ayah masih menanti kepastian hasil pemeriksaan lanjutan demi mendapatkan kejelasan atas kepergian anaknya.

x|close