Ibu Tiri Bantah Aniaya Bocah 13 Tahun di Sukabumi, Klaim Korban Meninggal karena Leukemia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Feb 2026, 13:15
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi kekerasan ilustrasi kekerasan (bengkulu info)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus kematian seorang remaja berinisial NS (13) asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terus menjadi sorotan publik. Bocah tersebut meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dan diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya, TR (46). Namun, di tengah derasnya tudingan, TR menyampaikan bantahan tegas atas dugaan kekerasan yang dialamatkan kepadanya.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui aplikasi perpesanan, TR menyebut seluruh tuduhan yang beredar di media sosial tidak sesuai fakta. Ia menegaskan dirinya tidak pernah melakukan tindakan kejam terhadap anak sambungnya tersebut.

"Tuduhan dari netizen seperti berita itu semua tidak benar. Saya tidak sekeji itu," ungkap TR dalam wawancara tertulis, Sabtu (21/2/2026).

TR menjelaskan bahwa kondisi luka di tubuh korban bukan disebabkan oleh penganiayaan ataupun siraman air panas, melainkan akibat komplikasi penyakit yang diderita korban. Ia menyebut NS telah lama mengidap kanker darah jenis leukemia serta gangguan autoimun.

Baca Juga: Ayah Ungkap Kronologi Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi yang Diduga Disiksa Ibu Tiri

Menurutnya, kondisi kulit yang tampak melepuh merupakan dampak dari gangguan kesehatan tersebut. TR bahkan menyebut istilah “panas dalam” sebagai pemicu munculnya luka-luka pada tubuh anak itu.

"Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena faktor panas dalam," klaimnya.

Ia juga menyatakan merasa menjadi sasaran penghakiman publik sebelum proses hukum berjalan tuntas. TR mengaku saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Ketika dikonfirmasi terkait beredarnya foto dirinya di media sosial serta kabar dugaan laporan kekerasan sebelumnya, TR tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.

Sementara itu, hasil pemeriksaan medis menunjukkan temuan yang berbeda. Berdasarkan data yang dihimpun, kondisi fisik korban saat dilakukan pemeriksaan luar disebut sangat memprihatinkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi, AKP Hartono, menguraikan adanya sejumlah luka yang ditemukan hampir di seluruh bagian tubuh korban, mulai dari wajah hingga kaki.

Baca Juga: Pelindo Rombak Jajaran Direksi, Achmad Muchtasyar Ditunjuk Jadi Dirut

"Hasil visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, hingga anggota gerak. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul," papar Hartono.

Temuan medis tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Keterangan hasil visum sedang dikaji bersamaan dengan kesaksian sejumlah pihak, termasuk tenaga medis dari puskesmas dan RSUD Jampangkulon yang sempat menangani korban dalam masa kritisnya.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian NS dengan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi tambahan. Di satu sisi, pihak terlapor bersikeras bahwa kematian korban murni akibat penyakit serius yang dideritanya. Di sisi lain, hasil visum mengindikasikan adanya dugaan kekerasan fisik.

Perbedaan keterangan inilah yang kini menjadi fokus penyidik untuk memastikan fakta sebenarnya di balik kematian tragis remaja 13 tahun tersebut.

x|close