Sosok Kartel Narkoba El Mencho yang Tewas dan Anak Buahnya Bikin Meksiko Bak Neraka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 12:13
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kematian Kartel Narkoba Besar El Mencho Picu Kerusuhan di Meksiko Kematian Kartel Narkoba Besar El Mencho Picu Kerusuhan di Meksiko (Istimewa)

Ntvnews.id, Meksiko City - Gelombang aksi kekerasan melanda sejumlah wilayah di Meksiko setelah pasukan keamanan menewaskan pemimpin salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di negara itu dalam operasi militer di negara bagian Jalisco.

Dilansir dari Reuters, Senin, 23 Februari 2026, Kementerian Pertahanan Meksiko mengungkapkan Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan “El Mencho”, tewas setelah mengalami luka dalam baku tembak dengan aparat militer di Kota Tapalpa, Jalisco, Minggu, 22 Februari 2026 waktu setempat.

Ia dilaporkan meninggal dunia saat dievakuasi dengan pesawat menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis.

Mengutip Al Jazeera, El Mencho merupakan pimpinan Kartel Jalisco New Generation (CJNG) dan masuk dalam daftar buronan utama Amerika Serikat dengan hadiah penangkapan sebesar 15 juta dolar AS (sekitar Rp253,02 miliar).

Baca Juga: KPK Perpanjang Pencekalan Yaqut Cholil Qoumas dan Gus Alex dalam Kasus Kuota Haji

Operasi tersebut langsung memicu aksi balasan di berbagai daerah. Kelompok bersenjata dilaporkan membakar kendaraan serta menutup akses jalan di lebih dari enam negara bagian.

Situasi tegang juga terjadi di Guadalajara, ibu kota Jalisco yang dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA mendatang. Kota itu tampak lengang pada Minggu malam karena warga memilih berlindung di rumah demi keselamatan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan penumpang di Bandara Guadalajara, sementara asap pekat terlihat mengepul di kawasan wisata Puerto Vallarta.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah serta menghentikan sementara layanan transportasi publik. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak juga diliburkan.

Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji operasi aparat keamanan dan meminta publik tetap tenang. “Ada koordinasi penuh dengan pemerintah seluruh negara bagian. Di sebagian besar wilayah nasional, aktivitas tetap berjalan normal,” tulisnya melalui media sosial X.

Operasi Didukung Informasi AS

Kerusuhan Meksiko <b>(Istimewa)</b> Kerusuhan Meksiko (Istimewa)

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi militer tersebut dilakukan dengan dukungan informasi tambahan dari otoritas Amerika Serikat (AS). Dalam penggerebekan itu, empat anggota CJNG tewas di lokasi, dua lainnya meninggal saat dievakuasi ke Mexico City, dan dua tersangka berhasil diamankan.

Aparat juga menyita kendaraan lapis baja, peluncur roket, serta berbagai senjata berat. Tiga personel militer dilaporkan mengalami luka dan tengah menjalani perawatan medis.

Pemerintah AS mengklasifikasikan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuding kartel tersebut sebagai pemasok utama kokain, heroin, metamfetamin, serta fentanyl ke wilayah Amerika Serikat.

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyambut operasi itu dan menyebut El Mencho sebagai salah satu gembong narkoba paling kejam.

“Ini perkembangan besar bagi Meksiko, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan dunia,” ujarnya.

Baca Juga: KPK Perpanjang Pencekalan Yaqut Cholil Qoumas dan Gus Alex dalam Kasus Kuota Haji

Pemerintah AS dan Kanada juga mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya di sejumlah negara bagian, termasuk Jalisco, Michoacan, Guerrero, Tamaulipas, dan Nuevo Leon, karena situasi keamanan yang belum stabil.

Beberapa maskapai, seperti Air Canada, United Airlines, dan American Airlines, bahkan membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta dan Guadalajara akibat kondisi keamanan.

Sosok El Mencho dan Kekuatan CJNG

Kematian Kartel Narkoba Besar El Mencho Picu Kerusuhan di Meksiko <b>(Istimewa)</b> Kematian Kartel Narkoba Besar El Mencho Picu Kerusuhan di Meksiko (Istimewa)

Oseguera (59 tahun) dikenal sebagai salah satu bos kartel terbesar yang berhasil dilumpuhkan sejak penangkapan pendiri Kartel Sinaloa, Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ismael Zambada, yang kini ditahan di Amerika Serikat.

CJNG dinilai memiliki kekuatan sebanding dengan Kartel Sinaloa, dengan jaringan operasi yang menjangkau seluruh 50 negara bagian di AS. Kartel ini menjadi pemasok utama kokain serta meraup miliaran dolar dari produksi fentanyl dan metamfetamin.

Sebelum menjadi pemimpin kartel, Oseguera pernah bekerja sebagai polisi dan petani alpukat. Ia mulai terlibat dalam perdagangan narkoba sejak 1990-an. Saat muda, ia sempat tinggal di Amerika Serikat dan pada 1994 dijatuhi hukuman karena konspirasi distribusi heroin sebelum dideportasi ke Meksiko.

Baca Juga: Bripda Dirja Pratama Tewas di Asrama Polisi, 6 Senior Diperiksa Propam Polda Sulsel

Setelah kembali ke Meksiko, ia bergabung dengan jaringan narkoba Ignacio Coronel Villarreal. Setelah kematian Villarreal, Oseguera bersama Erik Valencia Salazar mendirikan CJNG sekitar tahun 2007.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyebut CJNG sebagai salah satu kartel paling brutal di Meksiko, yang di bawah kepemimpinan El Mencho bertanggung jawab atas banyak pembunuhan terhadap kelompok rival maupun aparat penegak hukum.

x|close