3 Pegawai SPBU Cipinang Diduga Dianiaya Oknum Aparat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 21:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Lokasi penganiayaan terhadap petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 diduga oleh oknum aparat di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 23 Februari 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza. Lokasi penganiayaan terhadap petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 diduga oleh oknum aparat di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 23 Februari 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tiga pegawai SPBU 3413901 dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang oknum aparat pada Minggu, 22 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Iya betul, ada tiga korban pegawai kami yang diduga dianiaya oleh oknum aparat," kata salah satu staf SPBU, Mukhlisin (38), saat ditemui di lokasi, Senin, 23 Februari 2026.

Mukhlisin menjelaskan peristiwa itu bermula ketika seorang pelanggan datang untuk mengisi Pertalite. Saat dilakukan pemindaian kode batang (barcode), nomor polisi kendaraan sesuai dengan sistem, namun jenis mobil tidak cocok dengan data terdaftar.

"Pelanggan tersebut mengisi Pertalite. Nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan yang terdaftar. Jadi, peraturan di SPBU, nomor polisi dan mobil harus sesuai dengan datanya," jelas Mukhlisin.

Sesuai prosedur operasional standar (SOP), petugas menolak pengisian Pertalite dan menawarkan alternatif pengisian Pertamax yang tidak menggunakan sistem barcode.

"Kalau tidak sesuai barcode, kami arahkan ke Pertamax. Karena Pertamax tidak pakai barcode, jadi tetap bisa dilayani. Untuk Pertalite memang wajib sesuai data," ujar Mukhlisin.

Baca Juga: Polda Maluku Gelar Sidang Etik Brimob Tersangka Penganiayaan Siswa hingga Tewas

Penolakan tersebut diduga memicu emosi pelanggan hingga terjadi dugaan aksi kekerasan terhadap tiga pegawai.

Mukhlisin merinci tiga korban yang terdampak, yaitu Ahmad Khoirul Anam, staf dengan pengalaman lima tahun; Lukmanul Hakim, operator baru enam bulan setelah lulus SMK; dan Abud Mahmudin, operator dengan masa kerja sekitar empat tahun.

"Khoirul Anam kena tamparan di pipi. Lukman dipukul di rahang sebelah kanan. Sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut sampai giginya goyang," kata Mukhlisin.

Saat insiden, satu operator bertugas, satu staf berada di lokasi, dan satu operator lain yang seharusnya selesai bekerja ikut keluar karena situasi ramai. Akibat kejadian, ketiganya mengalami syok dan sementara diliburkan sehari, digantikan oleh staf lain.

"Saat ini mereka syok, tapi cukup istirahat di rumah masing-masing," ucap Mukhlisin.

Insiden ini viral di media sosial Instagram melalui akun @nestagram. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian hitam memukul, menampar, mendorong, serta membentak pegawai SPBU yang menolak pengisian Pertalite.

Baca Juga: Kapolri Perintahkan Hukuman Berat untuk Brimob Kasus Penganiayaan Anak hingga Tewas

(Sumber: Antara) 

x|close