Menko PM Bakal Rapat dengan Para Dubes untuk Matangkan Pengiriman Lulusan SMK ke Luar Negeri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 20:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa rencana pengiriman lulusan SMA dan SMK ke luar negeri terus dipersiapkan secara intensif. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu berencana segera berkoordinasi dengan para duta besar untuk membahas peluang pasar kerja serta kesiapan pemberangkatan tenaga kerja terampil.

"Saya dan Pak Menteri P2MI akan segera rapat dengan duta-duta besar melalui online maupun langsung, menyangkut prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja skilled, minimal lulusan SMK dan SMA, untuk bisa bekerja sebanyak-banyaknya di sektor-sektor yang memberi keuntungan banyak kepada para pekerja kita," ujar Cak Imin dalam jumpa pers di Kemenko PM, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Cak Imin menuturkan, para duta besar RI di berbagai negara diminta segera melaporkan kesiapan masing-masing negara dalam merekrut tenaga kerja asal Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah hanya merekomendasikan calon pekerja dengan latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK.

"Di bawah SMK/SMA kita tidak ikut merekomendasikan," tegasnya.

Baca Juga: Purbaya soal Impor 150 Ribu Pick-up India: Kita Ikuti Pak Dasco Saja

Lebih lanjut, pemerintah tengah menyiapkan peningkatan keterampilan calon pekerja migran melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan swasta maupun kementerian terkait. Selain itu, peningkatan kualitas kurikulum SMK juga menjadi perhatian, agar selaras dengan standar internasional.

"Kita akan minta supaya SMK yang memang menyiapkan pekerja migran di luar negeri mengikuti standar, sertifikat yang memang satu ekosistem antara lembaga pelatihan, sertifikasi, dan pembiayaan pelatihan," kata Cak Imin.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin <b>(NTVnews)</b> Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin (NTVnews)

Ia menyebut sejumlah sektor yang menjadi prioritas, seperti pengelasan, perhotelan, tenaga kesehatan, dan bidang lainnya. Para pekerja tersebut direncanakan akan dikontrak bekerja di luar negeri dalam jangka panjang.

Sebelumnya, Cak Imin juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pengiriman hingga 500.000 lulusan SMK ke luar negeri melalui program SMK Go Global yang digagas Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,6 triliun.

"Anggarannya Rp 2,6 miliar dengan jumlah 500 ribu orang yang berangkat akhir tahun ini. (Tahun 2026) itu lebih besar lagi,” kata Cak Imin dalam kesempatan sebelumnya di KP2MI, Jakarta Selatan, 12 November 2026.

x|close