Kemendukbangga dan UNFPA Bersinergi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Feb 2026, 17:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan, kiri), Asia and the Pacific Regional Director ad interim for UNFPA, Aleksandar Bodiroza (depan, dua dari kiri) dalam peresmian kantor UNFPA di Gedung Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, Rabu 25 Februari 2026. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan, kiri), Asia and the Pacific Regional Director ad interim for UNFPA, Aleksandar Bodiroza (depan, dua dari kiri) dalam peresmian kantor UNFPA di Gedung Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, Rabu 25 Februari 2026. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menjalin kerja sama dengan Dana Kependudukan Dunia (UNFPA) untuk menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).

"Insya Allah, kita akan ada kerja sama tentang isu-isu PJPK, untuk target-target yang perlu dicapai pasti kita harus semakin baik ke depan, misalnya kesehatan reproduksi, bagaimana angka-angka kematian ibu, kematian anak berkurang, kemudian bagaimana angka stunting juga berkurang," kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji dalam peresmian kantor UNFPA di Gedung Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, Rabu, 25 Februari 2026.

Selain menekan angka kematian ibu dan anak, Kemendukbangga/BKKBN juga akan bekerja sama dengan UNFPA terkait isu-isu lain yang berkenaan dengan kesehatan mental.

Mendukbangga menambahkan bahwa keseimbangan angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) menjadi perhatian khusus untuk mencegah krisis fertilitas di Indonesia.

Baca Juga: Kemendukbangga Ingatkan Pentingnya Rumah Aman Lindungi Anak dari Child Grooming

"Di dunia ini ada hal yang mesti kita diskusikan dengan TFR yang kecenderungannya hampir seluruh negara menurun. Konsep kita kan tumbuh seimbang. Oleh karena itu, ini mesti kita diskusi dan kerja sama untuk sinergi program-program guna menjawab potensi-potensi masalah yang akan terjadi yang berkenaan dengan isu-isu kependudukan," ucap Mendukbangga Wihaji.

Sementara itu, Asia and the Pacific Regional Director ad interim UNFPA, Aleksandar Bodiroza, mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN untuk memulai rencana strategis baru.

"Kami memiliki program negara yang sangat ambisius selama lima tahun, yang saya yakin akan berkontribusi pada visi besar tahun 2045 untuk Indonesia. Pada dasarnya, mimpi kami adalah mimpi Indonesia tanpa kematian maternal, tanpa kejahatan berbasis gender, melalui perencanaan keluarga lebih baik," ujar Aleksandar Bodiroza.

Melalui rencana strategis bersama Kemendukbangga/BKKBN, UNFPA juga berupaya memanfaatkan bonus demografi untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang lebih berkualitas pada tahun 2045.

Baca Juga: Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Sinergi Tekan Stunting di Minahasa Selatan

(Sumber: Antara)

x|close