Polisi Tangkap Pengemudi Calya yang Jadi Sasaran Amuk Massa di Jakpus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 07:41
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sebuah Mobil jadi sasaran amuk massa di Kawasan pasar baru Timur Jakarta Pusat Sebuah Mobil jadi sasaran amuk massa di Kawasan pasar baru Timur Jakarta Pusat (Instagram @jakarta.terkini)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan seorang pengemudi mobil berinisial HM (24) setelah insiden berkendara ugal-ugalan yang memicu kemarahan warga di wilayah Jakarta Pusat, Rabu, 25 Februari 2026.

Pengemudi tersebut diketahui mengendarai mobil Toyota Calya berwarna hitam dan sempat menjadi sasaran amuk massa setelah kejadian yang membuat situasi lalu lintas menjadi kacau.

"Saat ini sudah diamankan dan sudah dilakukan pengamanan khususnya kepada pengemudi dengan satu orang lainnya itu dari mobil Toyota Cayla tersebut, termasuk mobilnya juga dibawa," ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold Hutagalung, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.

Reynold Hutagalung menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu petugas lalu lintas tengah melakukan pengaturan kendaraan di kawasan Jalan Gunung Sahari. Petugas kemudian melihat sebuah mobil melaju dengan cara yang membahayakan pengguna jalan lainnya.

"Dilakukan pengejaran dan sampai berbalik arah dari arah Gunung Sahari yang menuju Senen," jelasnya.

Baca Juga: Sebuah Mobil Jadi Sasaran Amuk Massa di Jakarta Pusat

Mobil tersebut bahkan sempat berbalik arah dari kawasan Gunung Sahari menuju wilayah Senen, yang membuat situasi semakin berbahaya. Dalam aksi ugal-ugalan tersebut, beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan terserempet oleh kendaraan yang dikemudikan HM. Polisi saat ini masih melakukan pendataan terhadap para korban.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan pengemudi bertindak nekat di jalan raya.

"Segera akan kami lakukan pengecekan khususnya tes urine maupun cek kesehatan terhadap pengemudi, apakah ada indikasi menggunakan barang-barang yang dilarang atau berdampak di dalam hal membuat pengemudi jadi ugal-ugalan atau lalai dalam melaksanakan ataupun menjalani kendaraannya tersebut," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close