Trump Klaim Iran Minta Berdialog di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 10:51
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py) Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa kepemimpinan baru Iran telah mengirimkan sinyal ingin membuka dialog di tengah eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah. Dalam wawancara dengan The Atlantic, Trump mengatakan bahwa ia telah menerima tawaran tersebut dan siap melakukan pembicaraan.

"Mereka ingin berbicara, dan saya telah setuju untuk berbicara, jadi saya akan berbicara dengan mereka,” ujar Trump sebagaimana dikutip Reuters pada Senin, 2 Maret 2026.

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan lebih jauh siapa pejabat Iran yang dimaksud atau kapan pembicaraan itu akan digelar. Ia hanya menyebut bahwa proses diplomasi ini seharusnya dimulai lebih cepat.

Baca Juga: Konflik Iran–Israel Memanas, IHSG Senin Dibuka di Zona Merah

“Seharusnya mereka melakukannya lebih cepat. Seharusnya mereka memberikan apa yang sangat praktis dan mudah dilakukan lebih cepat. Mereka menunggu terlalu lama," tambahnya. 

Sinyal diplomasi ini muncul setelah serangkaian serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut. Situasi itu memicu ketidakpastian geopolitik yang lebih luas, sementara Iran menunjuk kepemimpinan baru setelah kehilangan pucuk otoritas militernya.

Meski Trump menyatakan kesiapannya membuka kanal dialog, laporan The Washington Post menyebut bahwa Gedung Putih belum menempatkan diplomasi sebagai prioritas utama. Seorang pejabat senior administrasi mengatakan operasi militer “akan berlanjut tanpa jeda,” menandakan bahwa Washington masih fokus pada aksi bersenjata, bukan negosiasi jangka pendek.

Baca Juga: Eyal Zamir, ‘Otak’ Strategi Militer Israel yang Kini Kendaalikan IDF

Pernyataan Trump ini juga muncul di tengah upaya sebelumnya yang sempat terjadi pada 2025–2026, ketika AS dan Iran mengikuti beberapa putaran pembicaraan tidak langsung terkait program nuklir Iran. Namun pembicaraan tersebut berakhir tanpa menyentuh kesepakatan final sebelum ketegangan kembali meningkat.

Hingga kini, belum ada detail resmi mengenai format diskusi, lokasi, maupun level perwakilan yang akan terlibat dalam dialog lanjutan antara AS dan Iran. Namun pernyataan terbaru Trump menandai salah satu perubahan nada diplomatik pertama sejak eskalasi militer terbaru di kawasan.

x|close