Ntvnews.id, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud memutuskan untuk mengembalikan mobil dinas baru hasil pengadaan APBD Perubahan 2025 senilai Rp8,49 miliar yang sempat memicu kegaduhan di media sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, di Samarinda, Minggu, 1 Maret 2026, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk kepekaan Gubernur terhadap dinamika sosial yang berkembang di Benua Etam.
Ia menyampaikan bahwa sebelum kebijakan itu ditetapkan, Gubernur telah berkonsultasi dengan sejumlah lembaga pengawas negara.
"Bapak Gubernur mencermati masukan dari Kemendagri, KPK, dan BPK. Beliau juga mendengar langsung kegelisahan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sebagai pemimpin yang memegang teguh amanah, beliau memilih untuk mengutamakan harmoni dan kepercayaan publik di atas fasilitas jabatan," ujar Faisal.
Ia menjelaskan mobil dinas jenis Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e tersebut baru menjalani proses serah terima pada 20 November 2025.
Meski telah diterima, kendaraan itu dipastikan belum pernah digunakan untuk operasional di wilayah Kalimantan Timur.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. (ANTARA/Ahmad Rifandi.) (Antara)
Baca Juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Setelah Dikritik Publik
"Unitnya masih berada di Kantor Badan Penghubung Kaltim di Jakarta. Jadi, mumpung belum pernah digunakan untuk operasional, Bapak Gubernur memerintahkan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk segera memproses pengembaliannya," tambahnya.
Faisal mengungkapkan bahwa proses administrasi pembatalan telah berjalan sejak Jumat, 27 Februari 2026. Pihak penyedia, CV Afisera Samarinda, dilaporkan kooperatif dan memahami situasi yang berkembang.
Berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku, dana sebesar Rp8.499.936.000 wajib disetorkan kembali ke kas daerah dalam waktu maksimal 14 hari setelah unit diterima kembali.
Langkah tersebut diharapkan menjadi akhir dari polemik yang sempat memanas di ruang publik. Sebagai konsekuensinya, Rudy Mas'ud akan kembali menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas kedinasannya sebagai orang nomor satu di Kalimantan Timur.
"Keputusan ini adalah bukti nyata komitmen Pemprov Kaltim terhadap prinsip good governance. Bapak Gubernur berterima kasih atas kritik konstruktif dari masyarakat. Bagi beliau, menjaga integritas dan kebersamaan jauh lebih berharga daripada fasilitas mewah," jelas Faisal.
Baca Juga: Outfit Istri Gubernur Kaltim Disorot Gegara Mirip Noni Belanda Saat Blusukan ke Pedagang Sayur
(Sumber: Antara)
Ilustrasi foto Gubernur Kaltim dan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar. ANTARA/HO- Diskominfo (Antara)