Iran Klaim Berhasil Hancurkan Sistem Radar Pertahanan Misil AS di UEA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 14:48
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py/am. Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Ntvnews.id, Kairo - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sistem radar pertahanan misil milik Amerika Serikat di Uni Emirat Arab serta menyerang kapal angkatan laut AS di Samudera Hindia. Informasi tersebut disampaikan melalui laporan kantor berita milik pemerintah IranTasnim News Agency

, pada Senin, 2 Maret 2026.

Menurut laporan Tasnim yang mengutip pernyataan IRGC, sebuah rudal presisi disebut berhasil menghancurkan radar Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang ditempatkan di Al-Ruwais, Uni Emirat Arab.

Dalam serangan terpisah, sebuah kapal pengisian bahan bakar yang menjadi bagian dari kelompok kapal induk Amerika Serikat dilaporkan terkena serangan drone dan rudal di perairan sekitar 700 kilometer dari Kota Chabahar, Iran tenggara.

Serangan itu diklaim membuat kapal tersebut "tidak dapat beroperasi", sebagaimana disebutkan dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Uni Eropa Serukan Seluruh Pihak Kendalikan Diri soal Situasi Iran dan Timur Tengah

Tasnim juga menyebut unit rudal antikapal selam IRGC tengah melacak armada angkatan laut Amerika Serikat di kawasan tersebut, meski tidak ada rincian tambahan yang disampaikan.

Serangkaian aksi militer itu disebut Iran sebagai bagian dari "Operasi Janji Sejati 4" (Operation True Promise 4), yang digambarkan sebagai serangan balasan atas operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Serangan sebelumnya itu diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sejumlah pejabat tinggi lainnya, serta lebih dari 100 warga sipil.

IRGC juga mengumumkan beberapa gelombang serangan lain yang menyasar aset Amerika Serikat dan Israel di berbagai titik kawasan, termasuk pangkalan di Kuwait, Irak, dan Arab Saudi.

Sementara itu, United States Central Command belum memberikan konfirmasi terkait klaim yang disampaikan pihak Iran tersebut.

Baca Juga: Dentuman Keras Guncang Abu Dhabi, Dubes RI Imbau WNI Tetap Waspada

(Sumber: Antara) 

x|close