Ntvnews.id, Jakarta - Program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi perhatian publik setelah adanya pengadaan besar-besaran armada kendaraan operasional untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan logistik pedesaan di berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak 105.000 unit kendaraan direncanakan diimpor langsung dari pabrikan India. Dari jumlah tersebut, 70.000 unit kendaraan niaga akan dipasok oleh Tata Motors.
Berdasarkan informasi pada laman resmi perusahaan yang diakses pada Senin, 2 Maret 2026, armada itu terdiri atas 35.000 unit pikap Tata Yodha dan 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T.7. Distribusi dilakukan melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia
Tata Yodha merupakan kendaraan pikap komersial ringan yang dirancang untuk kebutuhan angkut di sektor distribusi, pertanian, konstruksi ringan, hingga logistik pedesaan.
Model ini menggunakan mesin diesel 2,2 liter Direct Injection (DI) berstandar emisi BS6 atau setara, dengan tenaga sekitar 100 hp dan torsi maksimum 250 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual lima percepatan. Struktur sasis yang diklaim tangguh serta daya angkut besar dinilai sesuai untuk kondisi jalan desa yang beragam.
Baca Juga: Dirut Agrinas Siap Taat Keputusan Pemerintah Soal Impor Pikap India
Adapun Tata Ultra T.7 berada di segmen truk ringan kelas kendaraan komersial menengah. Berdasarkan spesifikasi pabrikan, kendaraan ini mengusung mesin diesel 45P B5G Phase 2 TCIC berkapasitas 2.956 cc, empat silinder, dilengkapi turbocharger dan intercooler.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 125 PS pada 2.800 rpm dalam mode beban berat, serta torsi maksimum 360 Nm pada putaran rendah hingga menengah, yang penting untuk operasional dengan muatan penuh.
Truk ini memiliki kapasitas tangki bahan bakar 90 liter untuk mendukung perjalanan jarak jauh, terutama di wilayah dengan akses stasiun pengisian bahan bakar terbatas. Ultra T.7 juga memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) sekitar 7.490 kilogram saat terisi penuh.
Pihak Tata Motors menyatakan bahwa Yodha dan Ultra T.7 dirancang untuk daya tahan tinggi, jam operasional panjang, serta efisiensi biaya operasional.
Armada tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas pedesaan dan memperlancar arus distribusi barang dari desa menuju pasar regional.
(Sumber: Antara)
Kendaraan niaga Tata Yodha (kanan) dan Tata Ultra T.7 (kiri) dari Tata Motors. Dok. Tata Motors (Antara)