Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya saat ini tengah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang dianggap tepat sebagai perantara Iran. Ia juga mengklaim bahwa Teheran memiliki keinginan besar untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
"Tidak ada yang tahu harus berbicara dengan siapa, tetapi kami sebenarnya sedang berbicara dengan orang yang tepat. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, Anda tidak tahu betapa besarnya keinginan mereka," kata Trump pada upacara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS.
Trump mengungkapkan bahwa Iran disebut telah mengirimkan “hadiah besar” bernilai signifikan sebagai sinyal adanya jalur komunikasi yang efektif. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk hadiah tersebut, namun menegaskan bahwa hal itu tidak berkaitan dengan isu nuklir, melainkan sektor energi seperti minyak dan gas.
Ia juga menyebut sejumlah pejabat tinggi AS yang terlibat dalam pembicaraan tersebut, di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Steve Witkoff, serta Jared Kushner yang juga merupakan menantunya.
Presiden AS itu menilai Iran menunjukkan sikap yang lebih rasional dalam komunikasi tersebut. Bahkan, ia mengklaim bahwa Teheran telah menyatakan komitmennya untuk tidak memiliki senjata nuklir.
Meski demikian, hingga saat ini pihak Iran belum memberikan konfirmasi atas pernyataan tersebut. Selama ini, Teheran memang secara konsisten menyatakan tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.
Dalam pernyataannya, Trump juga mengungkapkan sikap keras terhadap Iran dengan mengatakan bahwa AS telah menargetkan para pemimpin negara tersebut. Ia bahkan memperingatkan bahwa hal serupa dapat kembali terjadi.
Baca Juga: Trump Dikabarkan Lirik Ketua Parlemen Iran sebagai Calon Mitra dan Pemimpin Masa Depan
"Tapi mari kita lihat bagaimana hasilnya," katanya.
Trump juga menilai perubahan di Iran terjadi karena tindakan AS terhadap para pemimpin yang dianggap sebagai sumber permasalahan.
"Saya pikir masalah ini akan segera diselesaikan," katanya, mengenai ketegangan dengan Iran, mencatat bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, "cukup kecewa" dengan kemungkinan kesepakatan.
Pernyataan Trump ini muncul setelah laporan media menyebutkan bahwa Washington telah membuka jalur komunikasi dengan Teheran melalui sejumlah perantara dalam beberapa hari terakhir, meskipun belum mencapai tahap negosiasi formal.
Sementara itu, situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas. Amerika Serikat bersama Israel dilaporkan melakukan serangan udara terhadap Iran sejak akhir Februari, yang mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur.
Iran pun membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel dan beberapa negara yang menjadi lokasi aset militer AS.
Baca Juga: Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Klaim Trump Dipatahkan Teheran
Serangan tersebut berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.
Ketegangan regional semakin meningkat setelah Israel memperluas operasi militernya di Lebanon sejak awal Maret, termasuk serangan udara di Beirut serta operasi darat terbatas di wilayah selatan.
(Sumber: Antara)
Presiden Amerika Serikat (US), Donald Trump. ANTARA/Andolu/pri. (Antara)