Ntvnews.id, Istanbul - Kementerian Warisan Budaya Iran pada Selasa mengungkapkan bahwa serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menyebabkan kerusakan pada 114 situs budaya dan sejarah di berbagai wilayah Iran.
“Berdasarkan penilaian lapangan dan laporan ahli, sejauh ini 114 situs, termasuk Warisan Dunia, situs nasional, dan lokasi bersejarah, telah rusak,” kata Kementerian Warisan Budaya Iran dalam pernyataan resminya.
Kementerian tersebut menjelaskan bahwa situs yang terdampak serangan mencakup 48 museum serta enam kawasan perkotaan bersejarah yang berada di Teheran, Isfahan, Sanandaj, Kermanshah, Qom, dan Khansar.
Baca Juga: UNESCO dan AMSI Gelar Pertemuan Editor untuk Perkuat Tata Kelola Digital Berbasis HAM
Kerusakan tercatat paling banyak terjadi di Teheran dengan 60 kasus, disusul Isfahan sebanyak 20 kasus, serta sejumlah provinsi lain seperti Lorestan, Bushehr, Alborz, Azerbaijan Timur dan Barat, Mazandaran, Sistan-Baluchestan, Gilan, Ilam, Khuzestan, dan Fars.
Menurut kementerian tersebut, tindakan penghancuran terhadap warisan budaya bertentangan dengan prinsip hukum internasional, khususnya Konvensi Den Haag 1954, karena dinilai sebagai pelanggaran kewajiban internasional sekaligus ancaman terhadap warisan sejarah umat manusia.
Iran juga mendesak organisasi internasional, terutama UNESCO, agar lebih aktif dan efektif dalam melindungi situs budaya yang terancam akibat konflik bersenjata.
Upaya diplomatik telah dilakukan dengan mengirimkan sembilan surat resmi kepada berbagai lembaga internasional seperti UNESCO, Aliansi Warisan Budaya Asia, Dewan Museum Internasional, Dewan Monumen dan Situs Internasional, serta Organisasi Pariwisata Dunia.
Baca Juga: Kebaya Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO
“Warisan budaya Iran adalah amanah masa lalu bagi masa depan, dan perlindungannya merupakan kewajiban nasional sekaligus kemanusiaan,” demikian pernyataan kementerian itu.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Sabtu 28 Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah wilayah Iran, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
(Sumber: Antara)
Orang-orang mengangkut barang-barang yang berhasil diselamatkan dari rumah-rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Kamis 12 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)