Prancis Nyatakan Siapa Bela Negara Teluk dan Yordania Hadapi Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 06:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 20 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi) Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 20 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi) (Antara)

Ntvnews.id, Paris - Pemerintah Prancis menyatakan kesiapannya untuk membantu mempertahankan negara-negara Teluk serta Yordania dari ancaman Iran apabila dibutuhkan.

Sebelumnya, Iran meluncurkan serangkaian rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan Teluk dengan dalih menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat. Aksi tersebut terjadi setelah Iran diserang rudal gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2), yang menewaskan pemimpin tertinggi, Ali Khamenei.

"Kepada negara-negara sekutu yang telah disengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih -- Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania -- Prancis menyatakan dukungan penuh dan solidaritas sepenuhnya," ujar Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 3 Maret 2026.

"Sesuai dengan perjanjian yang mengikatnya dengan para mitranya dan dengan prinsip pertahanan diri kolektif yang diatur dalam hukum internasional, Prancis siap untuk mengambil bagian dalam pertahanan mereka," lanjutnya.

Baca Juga: Istri Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Meninggal Dunia di Tengah Eskalasi Konflik Iran–AS

Barrot juga menyebutkan bahwa sekitar 400.000 warga negara Prancis saat ini tinggal atau tengah berada di kawasan Teluk dan sekitarnya.

Sebelumnya, Prancis bersama Jerman dan Inggris pada Minggu, 1 Maret 2026 menyatakan kesiapan mereka untuk melindungi kepentingan nasional maupun sekutu di kawasan Teluk bila situasi menuntut.

"Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu-sekutu dekat kami dan mengancam para personel militer dan warga sipil kami di seluruh wilayah," demikian isi pernyataan bersama ketiga negara tersebut.

Ilustrasi- Bendera Prancis <b>(Antara)</b> Ilustrasi- Bendera Prancis (Antara)

"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah tersebut, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran untuk menembakkan rudal dan drone ke sumbernya," tambah mereka.

Pada Senin, 2 Maret 2026, suara ledakan kembali terdengar di sejumlah wilayah Teluk, termasuk di Dubai, Doha, dan Manama. Sementara itu, militer Iran menyatakan telah meluncurkan 15 rudal jelajah yang menargetkan pangkalan udara AS di Kuwait serta kapal-kapal di Samudra Hindia.

x|close