Perancis, Jerman, dan Inggris Siap Ambil Langkah Defensif Usai Serangan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 05:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Rabu, 8 Januari 2020 Bendera Iran yang berada di markas besar PBB di  New York, AS. Arsip Foto - Rabu, 8 Januari 2020 Bendera Iran yang berada di markas besar PBB di New York, AS. ((Antara) )

Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian melebar setelah tiga negara besar Eropa—Perancis, Jerman, dan Inggris—menyatakan kesiapan untuk mengambil tindakan defensif terhadap Iran. Sikap tersebut diambil untuk melindungi kepentingan mereka di kawasan Teluk apabila situasi semakin memburuk.

Para pemimpin ketiga negara itu mengaku terkejut dengan serangan rudal Iran yang dinilai tidak proporsional dan dilakukan tanpa pandang bulu. Serangan dari Teheran dilaporkan menyasar sejumlah negara di kawasan, termasuk pihak-pihak yang sebenarnya tidak terlibat dalam operasi militer awal Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh wilayah," demikian pernyataan bersama tersebut, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 3 Maret 2026.

"Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini," lanjutnya.

Baca Juga: Iran Nyatakan tak Akan Lagi Berunding dengan AS

Ketiga negara Eropa itu juga menyatakan telah sepakat untuk berkoordinasi dengan Amerika Serikat serta sekutu di Timur Tengah dalam menyikapi perkembangan konflik yang terus meningkat.

Iran dilaporkan meluncurkan rangkaian serangan rudal dan drone ke beberapa negara Teluk. Teheran mengklaim sasaran utamanya adalah pangkalan militer AS, sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel yang berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Selain itu, serangan Iran turut menghantam pangkalan militer multinasional di dekat Arbil, Irak utara, serta kamp militer Jerman di wilayah timur Yordania. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dari serangan tersebut.

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (Garda Revolusi Iran) mengumumkan operasi serangan berskala besar pada Minggu, 1 Februari 2026, menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sejumlah ledakan terdengar di berbagai kota, termasuk Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, Yerusalem, dan Tel Aviv. Layanan penyelamatan Israel melaporkan sedikitnya sembilan orang tewas di kota Beit Shemesh.

Ilustrasi serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. <b>(Anadolu)</b> Ilustrasi serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Anadolu)

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk deklarasi perang terhadap umat Islam.

"Iran menganggap sebagai kewajiban dan haknya yang sah untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini," ujarnya.

Baca Juga: Serangan Meluas, Israel Ancam 18 Wilayah Lebanon dan Klaim Tewaskan Petinggi Hizbullah

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya akan mempertahankan diri dengan segala cara.

"Kami tidak melihat batasan bagi diri kami sendiri untuk membela rakyat kami, untuk melindungi rakyat kami," tegasnya.

Perkembangan ini menandai potensi meluasnya konflik, dengan semakin banyak aktor internasional yang menyatakan kesiapan untuk terlibat demi menjaga kepentingan dan keamanan masing-masing di kawasan.

TERKINI

Drone Iran Jatuh di Pangkalan Militer Inggris di Siprus

Luar Negeri Selasa, 3 Mar 2026 | 07:15 WIB

Trump Buka Peluang Kirim Pasukan Darat ke Iran

Luar Negeri Selasa, 3 Mar 2026 | 06:40 WIB

Iran Sebut Fasilitas Nuklirnya Jadi Sasaran Serangan AS–Israel

Luar Negeri Selasa, 3 Mar 2026 | 06:35 WIB

Prancis Nyatakan Siapa Bela Negara Teluk dan Yordania Hadapi Iran

Luar Negeri Selasa, 3 Mar 2026 | 06:25 WIB

Serangan AS–Israel ke Iran dan Pertaruhan Perubahan Rezim

Luar Negeri Selasa, 3 Mar 2026 | 06:00 WIB

Bandara Dubai Kembali Dibuka

Luar Negeri Selasa, 3 Mar 2026 | 06:00 WIB
Load More
x|close