Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 20 unta didiskualifikasi dari festival kecantikan unta di Oman pada Februari 2026 setelah panitia menemukan bahwa hewan-hewan tersebut telah menjalani berbagai prosedur kosmetik yang dilarang.
Pemeriksaan dokter hewan mengungkap penggunaan Botox, filler bibir, silikon untuk membentuk ulang bagian wajah, penggembungan punuk secara artifisial, hingga suntikan hormon, seluruhnya pelanggaran tegas dalam aturan kompetisi.
Kasus ini dengan cepat menjadi viral dan kembali memicu perdebatan mengenai seberapa jauh para pemilik rela melangkah demi memenangkan kontes kecantikan unta bergengsi, di mana reputasi, nilai pembiakan, dan hadiah besar dipertaruhkan.
Kompetisi kecantikan unta bukan ajang hiburan semata. Di kawasan Teluk, kontes ini merupakan tradisi gurun yang telah berlangsung lama dan dinilai sangat serius. Penjurian dilakukan berdasarkan empat aspek utama: bulu, leher, kepala, dan punuk.
Baca Juga: Produksi Beras Januari 2026 Capai 1,75 Juta Ton
Unta dengan bulu mengilap, leher panjang yang proporsional, kepala besar dengan bibir penuh serta bulu mata panjang, serta punuk kokoh dan berbentuk ideal dianggap memiliki nilai tinggi. Fokusnya adalah keaslian dan garis keturunan, bukan penampilan buatan.
Namun, pemeriksaan medis rutin menemukan tanda manipulasi pada sejumlah peserta. Ada unta yang bibirnya disuntik filler agar tampak lebih penuh. Beberapa menunjukkan penggunaan Botox untuk merilekskan otot wajah sehingga ekspresinya terlihat lebih halus.
Silikon terdeteksi pada unta yang hidungnya direkayasa ulang, sementara beberapa punuk tampak digembungkan dengan zat tertentu. Hormon pun ditemukan pada beberapa hewan untuk menonjolkan definisi otot.
Dalam aturan festival, satu tindakan manipulasi saja sudah cukup untuk mendiskualifikasi peserta. Acara ini berada di bawah pengawasan Camel Club dan Oman Camel Racing Federation. Penyelenggara menegaskan bahwa penerapan aturan secara ketat penting untuk menjaga integritas kompetisi.
Baca Juga: Getafe Bungkam Real Madrid 1-0 di Santiago Bernabeu
Mereka menilai bahwa praktik kosmetik hanya akan merusak standar pembiakan dan mengubah tradisi budaya menjadi sekadar pertunjukan artifisial. Panitia memastikan hukuman akan tetap tegas.
Kasus di Oman ini mengikuti skandal serupa di Arab Saudi, ketika kontes unta berskala besar mengalami gelombang diskualifikasi pada 2018 dan 2021 akibat temuan manipulasi kosmetik. Besarnya hadiah yang dapat mencapai puluhan juta dolar membuat persaingan menjadi sangat ketat.
Unta juara bisa melambungkan nilai jual serta hak pembiakan, sehingga mendorong sebagian pemilik melakukan cara-cara ekstrem.
Unta di Oman (Canva)