BGN Tegaskan Isu Siswa Meninggal Akibat MBG di Bireuen Adalah Hoaks

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 09:58
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar: Unggahan dari akun media sosial X dengan nama pengguna @yaniarsim yang menunjukkan pihak kepolisian tengah menyegel SPPG Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Akun tersebut menarasikan bahwa ada siswa yang meninggal karena menu yang disajikan dalam MBG. ANTARA/HO- X @yaniarsim. Tangkapan layar: Unggahan dari akun media sosial X dengan nama pengguna @yaniarsim yang menunjukkan pihak kepolisian tengah menyegel SPPG Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Akun tersebut menarasikan bahwa ada siswa yang meninggal karena menu yang disajikan dalam MBG. ANTARA/HO- X @yaniarsim. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kabar mengenai siswa yang disebut meninggal dunia akibat dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bireuen, Aceh, tidak benar. Informasi yang beredar di media sosial tersebut ditegaskan sebagai hoaks.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Senin, 3 Maret 2026, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Ia menekankan pentingnya mengecek ulang kebenaran kabar yang beredar sebelum menyebarkannya kembali.

"Itu hoaks. Hati-hati jangan langsung percaya," ujar Nanik.

Menurut Nanik, BGN terus melakukan pembenahan tata kelola Program MBG demi menjamin keamanan pangan.

Baca Juga: Menu Ramadan MBG Cimahi Menggiurkan: Ayam Ungkep Jumbo, Biskuit, Apel, Kurma, dan Susu

Langkah tegas diterapkan terhadap SPPG yang terbukti menimbulkan persoalan keamanan makanan dengan penghentian sementara operasional.

"SPPG yang terbukti menyebabkan insiden keamanan pangan langsung kami suspend," katanya.

Sebelumnya, di platform media sosial X, beredar unggahan video dari seorang warganet yang menarasikan adanya dua siswa meninggal dunia akibat keracunan menu bakso dalam Program MBG di SPPG Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.

Dalam rekaman tersebut, tampak aparat kepolisian menyegel dapur MBG yang disebut sebagai lokasi kejadian.

Namun demikian, BGN memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa sebagaimana yang diklaim dalam narasi video tersebut.

Untuk mengantisipasi penyebaran informasi menyesatkan, BGN memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Kerja sama ini difokuskan pada penanggulangan hoaks dan disinformasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Program MBG.

Baca Juga: BGN Tanggapi Isu Menu MBG Awal Ramadhan, Komitmen Tingkatkan Mutu

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menegaskan bahwa penyampaian informasi berbasis data dan fakta menjadi prioritas utama lembaganya, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia menilai program strategis nasional seperti MBG perlu dikawal dengan komunikasi yang terbuka dan responsif.

"Program MBG menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga informasi yang beredar harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami bersinergi dengan Kemkomdigi untuk memastikan ruang digital tetap sehat dari hoaks dan disinformasi," ujar Khairul Hidayati.

Ia menambahkan, sinergi bersama Kemkomdigi tidak sebatas pada klarifikasi isu yang berkembang, tetapi juga mencakup pembangunan sistem deteksi dini guna mengantisipasi potensi penyebaran informasi keliru di berbagai platform digital.

Upaya tersebut ditempuh melalui penguatan koordinasi, pemantauan media secara berkala, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

(Sumber: Antara)

x|close