Buntut Perang Iran MUI Minta RI Keluar dari BoP, Ini Respons DPR

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 10:40
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 8 September 2025. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 8 September 2025. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Indonesia agar keluar dari Board of Peace (BoP). Ini buntut Iran yang dibombardir Israel dan Amerika Serikat (AS).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Agung Laksono memandang desakan itu merupakan rasa prihatin.

"Kami memahami bahwa dorongan untuk mengevaluasi posisi Indonesia dalam forum internasional lahir dari rasa keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi," ujar Dave, Selasa, 3 Maret 2026.

"Empati terhadap penderitaan dan keresahan masyarakat dunia tentu dapat dimengerti, karena setiap tragedi kemanusiaan selalu menyentuh nurani bangsa ini," imbuhnya.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara yang sejak awal berkomitmen dalam Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, kehadiran Indonesia di Board of Peace justru memiliki nilai strategis.

Baca Juga: MUI Sampaikan Duka Atas Gugurnya Ali Khamenei

"Forum ini menjadi sarana penting untuk menyuarakan prinsip perdamaian melalui diplomasi, sekaligus menegaskan politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, tetapi selalu aktif mendorong solusi damai," tuturnya.

"Dengan demikian, keberadaan Indonesia di dalam forum internasional bukan sekadar simbol, melainkan sarana nyata untuk memastikan suara bangsa ini tetap didengar dalam upaya menghentikan agresi dan menegakkan hukum internasional," lanjut dia.

Dave menuturkan, posisi Indonesia sebagai anggota BoP memberikan keuntungan strategis, karena memungkinkan bangsa ini untuk terus berperan sebagai juru damai, menjaga konsistensi sikap, dan memperkuat kredibilitas politik luar negeri.

Upaya ini, menurut dia sejalan dengan kepentingan nasional sekaligus mempertegas peran Indonesia sebagai negara yang konsisten menolak segala bentuk kekerasan dan mengedepankan diplomasi demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

"Komisi I DPR RI mendukung agar pemerintah terus aktif mendorong peran Indonesia melalui jalur bilateral maupun multilateral, termasuk di PBB dan OKI, dengan sikap konsisten menolak agresi, menjunjung hukum internasional, dan memperjuangkan stabilitas kawasan," papar Dave.

Sebelumnya, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selanjutnya mengumumkan kematian Khamenei.

x|close