DPR RI: Pembunuhan Khamenei Pelanggaran Serius Hukum Internasional!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 11:35
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Diketahui, Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Menurut Soleh, tindakan Israel dan AS merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

"Pembunuhan terhadap pemimpin sebuah negara adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kedaulatan sebuah negara," ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Atas itu, Soleh mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Israel dan Amerika Serikat. Soleh mengingatkan, Iran merupakan anggota sah PBB yang hak-haknya dijamin oleh hukum dan konvensi internasional.

"Iran adalah anggota PBB yang memiliki hak dan kedaulatan yang harus dihormati. PBB tidak boleh diam. Harus ada tindakan konkret dan tegas terhadap Israel dan Amerika Serikat," jelas dia.

Soleh mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan aktif menyuarakan pemberian sanksi kepada Israel dan Amerika Serikat melalui berbagai forum internasional.

Baca Juga: DPR Ingatkan Pembatasan Tar-Nikotin Bisa Bikin PHK Massal

"Saya mendesak pemerintah Indonesia untuk berada di garda depan dalam menyuarakan sanksi terhadap Israel dan Amerika Serikat. Kekacauan dan eskalasi ini jelas-jelas dipicu oleh tindakan kedua negara tersebut," tuturnya.

Soleh menilai, penyerangan terhadap Iran dan pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei telah mencoreng semangat perdamaian dunia dan merusak komitmen internasional terhadap perdamaian.

"Semangat Board of Peace (BoP) seharusnya menjadi landasan untuk menciptakan perdamaian, bukan justru menjadi pembenaran atas tindakan perang. Peristiwa ini mencederai komitmen global terhadap perdamaian dan stabilitas dunia," tandasnya.

x|close