Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan, langkah militer yang ditempuh Teheran merupakan bentuk perlawanan atas serangan yang lebih dahulu dilancarkan AS bersama Israel.
Iran menegaskan, serangan tersebut bukan ditujukan kepada negara-negara tetangga seperti Arab Saudi, melainkan kepada militer AS yang menggunakan wilayah mereka sebagai basis operasi.
"Kami tidak menyerang tetangga-tetangga kami. Musuh kami adalah Amerika Serikat dan Zionis Israel,” ujar Boroujerdi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, 3 Maret 2026.
Dalam hal ini, Boroujerdi menyebutkan bahwa dari pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah Arab itulah rudal-rudal ditembakkan ke Iran bersama Israel.
Baca Juga: Dubes Iran Tegaskan Perundingan dengan AS Dimediasi Oman Tidak Gagal
"Kami menggunakan hak kami untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan yang menjadi sumber serangan terhadap Iran. Kami tetap memiliki hubungan yang sangat baik dengan negara-negara tetangga. Namun mereka membiarkan AS menggunakan pangkalannya untuk menyerang Iran," sahutnya.
Untuk itu, Boroujerdi menyerukan negara-negara tetangga seperti Arab Saudi untuk mengutuk keras serangan AS dan Israel ke Iran.
"Dikarenakan apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan. Kami berharap negara-negara Islam apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi," katanya.
Boroujerdi pun menyebutkan jika negara-negara Islam mendorong OKI dan PBB untuk memberi dukungan kepada Iran. Boroujerdi juga berharap mengampanyekan setop peperangan.
"Ketiga adalah kami berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, kampanye untuk menyatakan tidak kepada peperangan," pungkasnya.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin 2 Maret 2026. D (Antara)