Ntvnews.id, Jakarta - Dukungan terhadap Polri untuk tetap di bawah Presiden RI, kembali datang. Kali ini dukungan diberikan oleh Kornas Presidium Pemuda Timur melalui deklarasi yang mereka lakukan pada hari ini.
"Kami mendukung penuh Polri secara struktural, secara organisatoris tetap di bawah Presiden dengan alasan-alasan tertentu," ujar perwakilan Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, di Jakarta Selatan, Selasa, 3 Maret 2026.
Ada sejumlah alasan mengapa Kornas Presidium Pemuda Timur mendukung penuh Polri di bawah Presiden. Yang pertama adalah untuk mempermudah garis komando.
"Yang kedua, tidak berbelit-belit proses penegakan hukum, dan yang ketiga adalah menjaga independensi lembaga penegakan hukum seperti Polri, karena menurut pertimbangan kami ini adalah amanat Reformasi ('98) yang perlu kita jaga bersama," tutur Sandri.
Menurut dia, melemahkan institusi penegak hukum seperti Polri, sama saja melemahkan Indonesia.
Lebih lanjut, terkait nama Polri yang akhir-akhir ini kembali tercoreng di mata masyarakat, akibat dari sejumlah persoalan yang menjerat oknumnya, Kornas memiliki penjelasan. Sandri mengatakan, semua lembaga negara memiliki permasalahan, bukan cuma Kepolisian.
Selain itu, lanjut dia, semua instansi termasuk Polri, juga memiliki sisi positif atau kebaikan. Tren negatif maupun positif lembaga negara tak terkecuali Kepolisian, menurut dia seluruhnya pasang-surut.
Meski begitu, Sandri menegaskan pihaknya takkan segan menyampaikan kritik apabila Polri melakukan kesalahan.
"Kalau menurut kami Polri salah, kami kritisi. Kalau menurut kami kinerjanya tidak sesuai dengan prosedural undang-undang, menurut kami ini tidak baik di mata publik, ya kami kritisi," tuturnya.
"Kami tidak membela secara membabi buta, tapi kalau secara struktural, kalau kemudian Polri digiring ke ranah-ranah politik praktis ya kami tolak. Karena menggiring Polri secara struktural di bawah kementerian itu terlalu politis," imbuh Sandri.
Kornas menegaskan bahwa saat Polri di bawah Presiden, hubungan yang terjalin antar keduanya ialah relasi yang sesuai atau mengacu konstitusi, bukan hubungan politis. Apabila Polri dinilai kinerjanya buruk oleh publik, Sandri berpandangan yang harus dilakukan ialah memperbaiki, bukan malah melemahkan Kepolisian dengan menempatkannya di bawah kementerian.
"Jadi kalau memang Polri dianggap buruk di mata masyarakat ya kita kritisi biar Polri memperbaiki diri, bukan kita melemahkan institusi tersebut," jelas Sandri.
Apalagi, pihaknya selaku masyarakat Indonesia timur, memiliki alasan tersendiri mengapa merasa penting untuk memberi dukungan dalam memperkuat Polri. Menurut Sandri, wilayah timur Indonesia kerap terjadi konflik horizontal.
Sementara bagi Kornas, Polri merupakan institusi yang paling responsif dan senantiasa hadir menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
"Polri itu institusi yang paling tanggap, paling cepat untuk mengatasi berbagai persoalan di Indonesia timur. Kenapa? karena memang daerah kawasan dengan konflik horizontal yang paling tinggi itu di kami," papar Sandri.
"Kami sering terjadi konflik antar kampung, antar desa. Kami sering terjadi konflik tragedi-tragedi sebelumnya, tragedi-tragedi kelam bahwa kami ada konflik keyakinan, dan menelan ratusan jiwa, menelan ratusan korban, dan Polri institusi yang benar-benar konsisten dan berani di tengah masyarakat," lanjut dia.
Atas itu, kata Sandri, melemahkan Polri juga sama saja melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kornas Presidium Pemuda Timur dukung Polri tetap di bawah Presiden.