TNI Berikan Kenaikan Pangkat Anumerta dan Santunan untuk 3 Prajurit Gugur di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 18:16
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melayat ke rumah duka prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Ricky Prayoga. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melayat ke rumah duka prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Ricky Prayoga. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang (OMSP) secara anumerta kepada tiga prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon, serta santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon.

Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa selain kenaikan pangkat, para prajurit juga menerima penghargaan internasional.

"Ketiga prajurit yang gugur mendapatkan kenaikan Pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta, penghargaan Medal Dag Hammarskjold," ujar Panglima TNI dalam keterangan pers resmi di Jakarta, Rabu, 1 Maret 2026.

Baca Juga: Demokrat Kecam Serangan ke UNIFIL, Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon Kehilangan Besar

Selain penghargaan, keluarga prajurit juga memperoleh santunan dari TNI dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mencakup berbagai hak termasuk beasiswa pendidikan bagi anak-anak mereka.

Panglima merinci besaran santunan yang diberikan, yakni Kapten Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp1.846.309.049, dan Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205.

"Keluarga juga menerima gaji terusan selama 12 bulan yang terdiri dari gaji pokok, ULP, dan tunjangan jabatan serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan," jelas panglima.

Agus berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga para prajurit yang gugur.

Baca Juga: 2 Prajurit TNI Terluka di Lebanon Dirawat di Beirut, TNI Tunggu Hasil Investigasi UNIFIL

Hingga saat ini, TNI masih menunggu hasil investigasi dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur pada Maret 2026. Farizal Rhomadhon meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu, 29 Maret 2026, sementara Muhammad Nur Ikhwan dan Zulmi Aditya Iskandar gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin, 30 Maret 2026.

(Sumber: Antara)

x|close