Trump Tawarkan Asuransi dan Pengawalan Militer untuk Kapal di Teluk Persia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 12:05
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menyediakan skema asuransi serta pengawalan Angkatan Laut bagi kapal tanker yang melintasi Teluk Persia. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 3 Maret 2026, di tengah eskalasi konflik pascaserangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berpotensi mengguncang perekonomian global.

Melalui media sosial, Trump mengaku telah menginstruksikan U.S. International Development Finance Corporation (DFC) untuk segera menyiapkan asuransi “risiko politik” dan jaminan keamanan finansial bagi perdagangan maritim.

Skema tersebut, menurutnya, akan ditawarkan dengan “harga yang sangat wajar” kepada seluruh perusahaan pelayaran.

Di tengah kenaikan harga minyak dunia, Trump menegaskan fasilitas asuransi itu terutama ditujukan bagi kapal-kapal yang mengangkut pasokan energi dan melintasi Teluk Persia.

Baca Juga: Trump Buka Peluang Kirim Pasukan Darat ke Iran

Ia juga menyebut bahwa jika diperlukan, Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz

, jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.

Baca Juga: AS Sebut Telah Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman

Trump menambahkan pemerintahannya tengah mempertimbangkan langkah tambahan guna menjamin stabilitas pasokan energi global. Jalur tersebut sangat vital bagi sejumlah negara, termasuk Jepang yang mengimpor sekitar 95 persen minyak mentahnya dari Timur Tengah, dengan sebagian besar pengiriman melewati Selat Hormuz yang berada di antara Iran dan Oman.

Pernyataan itu muncul setelah serangan pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran beserta sejumlah pejabatnya, sehingga memicu meluasnya konflik di kawasan penghasil minyak utama dunia.

Sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel, Iran melancarkan serangan balasan ke fasilitas energi di kawasan tersebut dan memperingatkan bahwa kapal mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz akan dibakar.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Area Teluk

Dalam pertemuan di Ruang Oval bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz, Trump mengatakan banyak tokoh yang sebelumnya dipertimbangkan sebagai calon pemimpin baru Iran turut tewas dalam serangan tersebut.

Saat ditanya mengenai skenario terburuk di Iran, ia menyebut kemungkinan munculnya sosok yang “seburuk” Ali Khamenei untuk mengambil alih kepemimpinan.

"Sebagian besar orang yang kami pertimbangkan tewas," katanya. "Kami punya kelompok lain. Menurut laporan, mungkin mereka juga sudah tewas. Jadi, saya kira akan ada gelombang ketiga yang datang. Sebentar lagi, kita tidak akan mengenal siapa pun."

"Kita lihat saja apa yang terjadi, tapi pertama kita harus menghabisi militer," katanya menambahkan.

(Sumber: Antara) 

x|close