Penyadap Karet di OKI Ini Rasakan Manfaat MBG: Anak Makan Teratur dan Rajin Sekolah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 19:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Catur Rismayanti seorang penyadap karet yang merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anaknya. Catur Rismayanti seorang penyadap karet yang merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anaknya. (Istimewa)

Ntvnews.id, Ogan Komering Ilir - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirasakan langsung manfaatnya oleh keluarga penyadap karet di Desa Mukti Karya, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bagi Catur Rismayanti, program ini membantu memastikan anak-anaknya mendapatkan asupan makanan secara lebih teratur sekaligus membuat mereka semakin semangat bersekolah.

Sehari-hari Catur bekerja sebagai penyadap karet bersama suaminya. Penghasilan keluarga bergantung pada getah karet yang mereka kumpulkan dari kebun milik warga dengan sistem bagi hasil, sehingga jumlahnya tidak selalu pasti.

Di tengah kondisi ekonomi yang bergantung pada hasil kebun tersebut, kehadiran program MBG dirasakan sangat membantu, terutama bagi dua anaknya yang duduk di bangku kelas 6 SD dan PAUD. Menurutnya, salah satu dampak yang paling terasa adalah anak-anak kini makan lebih teratur di sekolah dan tidak lagi jajan sembarangan.

“Semenjak dapat MBG ini kan nggak pernah yang namanya keluar dari sekolahan buat beli jajan, terus jajan sama teman-temannya, sama nggak ada yang iri-irian. Jadi ya kalau menurut saya ya, itulah ya membantu. Kalau menurut saya membantu gitu,” katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Baca Juga: Uji BPOM Negatif, BGN Tegaskan Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Tak Terkait MBG

Program ini juga membawa perubahan pada semangat belajar anaknya. Catur mengatakan anaknya kini lebih antusias untuk berangkat ke sekolah setiap hari. “Sejak ada MBG dia kalau sekolah jadi semangat. Nggak sekolah sehari dia pikir aja itu, ‘Ya aku nggak dapat MBG,’ jadinya buat apa. Buat dia itu jadi semangat buat sekolah,” ungkapnya.

Bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun, MBG juga membantu mengurangi pengeluaran harian, terutama untuk uang jajan anak.

Selama Ramadan, kedua putrinya tetap menerima paket MBG dengan menu sederhana namun bergizi seperti roti, susu, telur, buah, dan kurma. Bagi Catur, yang terpenting bukanlah variasi menu, melainkan kepastian anak-anak mendapatkan makanan yang jelas dan bergizi setiap hari.

Ia pun berharap program tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

“Ya harapan saya, ya semoga program ini nggak berhenti. Malah menurut saya semoga aja bisa lebih baik lagi, lebih berkembang lagi, biar dapat membantu anak-anak yang kadang kurang-kurang makan atau kurang apa gitu, bisa membantu yang orang yang susah, gitu,” harap Catur.

Bagi keluarga penyadap karet seperti Catur, MBG bukan sekadar program makan di sekolah. Di balik paket makanan yang diterima setiap hari, ada rasa tenang bagi orang tua dan semangat baru bagi anak-anak untuk datang ke sekolah.

Baca Juga: Menu Ramadan MBG Cimahi Menggiurkan: Ayam Ungkep Jumbo, Biskuit, Apel, Kurma, dan Susu

x|close