Anwar Ibrahim Telepon Presiden Turki Erdogan Bahas Insiden Rudal dari Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 12:56
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Malaysia memberikan penjelasan kepada parlemen Malaysia, tentang isu perbatasan RI-Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu 4 Maret 2026. (ANTARA/HO-capture YouTube Parlimen Malaysia) Perdana Menteri Malaysia memberikan penjelasan kepada parlemen Malaysia, tentang isu perbatasan RI-Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu 4 Maret 2026. (ANTARA/HO-capture YouTube Parlimen Malaysia) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan percakapan telepon dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Kamis 5 malam, menyusul insiden rudal balistik yang sempat mengarah ke wilayah udara Turkiye beberapa waktu lalu.

Dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Jumat, Anwar menyampaikan solidaritas Malaysia kepada Turkiye atas insiden tersebut.

Menurutnya, peristiwa itu menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di kawasan saat ini, terutama di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Asia Barat.

Baca Juga: PM Malaysia Anwar Ibrahim Nilai Penangkapan Maduro oleh AS Langgar Hukum Internasional

Melalui percakapan tersebut, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan konflik yang semakin serius di kawasan tersebut.

Anwar dan Erdogan sepakat bahwa semua pihak perlu menunjukkan sikap menahan diri serta kebijaksanaan untuk mencegah situasi keamanan semakin memburuk.

Anwar juga menyinggung perkembangan terbaru terkait pembunuhan sejumlah pemimpin senior Iran yang dinilai berpotensi memperparah ketidakstabilan di kawasan.

Ia memperingatkan bahwa situasi tersebut dapat mendorong Asia Barat menuju periode ketidakstabilan yang lebih serius dan berkepanjangan.

Selain itu, Anwar menyampaikan apresiasi terhadap peran Erdogan yang dinilai konsisten menyuarakan kepentingan dunia Muslim.

Ia juga menyoroti upaya Turkiye untuk menjadi perantara dialog antara Washington dan Teheran guna membuka peluang penyelesaian diplomatik.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Bakal Batasi Masa Jabatan PM Malaysia: Maksimal 10 Tahun

Terkait isu Palestina, Anwar turut mengapresiasi sikap Turkiye dan sejumlah negara lain yang mengecam keputusan Israel memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan harus mendapat perhatian serius dari komunitas global.

(Sumber: Antara)

x|close