Ntvnews.id, Teheran - Penasihat pemerintah Iran sekaligus putra Presiden Iran, Yousef Pezeshkian, pada Rabu, 11 Maret 2026 membantah kabar yang menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengalami cedera.
Ia menyampaikan bahwa dirinya sempat menanyakan langsung kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei setelah muncul laporan yang menyebutkan kemungkinan pemimpin tertinggi Iran tersebut terluka. Namun, ia memastikan bahwa kondisi Mojtaba dalam keadaan baik.
Baca Juga: Iran Ancam Hentikan Ekspor Minyak di Timur Tengah
"Saya mendengar berita tentang Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba terluka. Saya menghubungi teman-teman dan menanyakan hal itu. Alhamdulillah, beliau dalam keadaan sehat tanpa masalah," katanya seperti dikutip kantor berita ISNA.
Sebelumnya, pada Senin, 9 Maret 2026, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei secara resmi menggantikan ayahnya, almarhum Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Pada usia 56 tahun, Mojtaba menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979. Ia diperkirakan akan melanjutkan kebijakan ayahnya yang dikenal mempertahankan sikap tegas terhadap Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Siap Lanjutkan Serangan ke Israel dan AS
Dalam sistem pemerintahan Iran, Pemimpin Tertinggi merupakan posisi tertinggi yang memiliki kewenangan luas atas cabang kekuasaan negara, termasuk yudikatif, legislatif, dan administratif. Selain itu, jabatan tersebut juga memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan strategis negara, termasuk terkait program nuklir Iran.
(Sumber: Antara)
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)