Erick Thohir Kecam Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Atlet

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 09:57
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan keterangan kepada awak media dalam acara perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. (ANTARA/Aloysius Lewokeda) Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan keterangan kepada awak media dalam acara perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. (ANTARA/Aloysius Lewokeda) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa sejumlah atlet dari cabang olahraga panjat tebing maupun kickboxing. Ia menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan yang sangat tidak pantas terjadi dalam dunia olahraga.

"Atlet itu sudah berkorban, tidak hanya sekolah, latihan, meninggalkan orang tua, tapi kok dizalimi dan ini sebuah hal-hal yang jahanam," kata Erick Thohir kepada awak media dalam acara perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Erick menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), pihaknya tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah.

Baca Juga: Besok Menpora Erick Thohir Akan Gelar Rapat Persiapan Asian Games 2026

Meski demikian, federasi terkait diketahui telah memberikan sanksi secara internal kepada pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong agar kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di cabang panjat tebing maupun yang terbaru di cabang kickboxing dapat diproses secara hukum.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian serta rasa keadilan bagi semua pihak.

Selain itu, Menpora juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan olahraga nasional.

Karena itu, ia mendorong seluruh federasi olahraga untuk memperkuat sistem perlindungan bagi para atlet, termasuk melalui Program Safeguarding yang telah dijalankan oleh Komite Olimpiade Indonesia.

"Kami sebagai pemerintah tentu mendukung segala bentuk upaya perlindungan terhadap atlet yang memang harus dilakukan," ujarnya.

Erick juga mengapresiasi keberanian para atlet yang melaporkan dugaan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik yang mereka alami.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dari proses pembenahan dalam sistem pembinaan atlet di setiap cabang olahraga.

"Artinya pembenahan sistem pelatnas dan juga proses latihan di masing-masing cabang olahraga harus benar-benar bersih dari tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan," katanya.

Baca Juga: Menpora Erick Thohir Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Atlet Kickboxing

Ia menambahkan bahwa kemungkinan kasus serupa sebenarnya telah terjadi sejak lama, namun sering kali tidak terungkap karena adanya upaya menutupi demi menjaga citra federasi.

Oleh sebab itu, Erick memberikan apresiasi kepada Ketua Umum FPTI Yenny Wahid yang bersikap terbuka dengan melaporkan kasus tersebut kepadanya.

"Karena itu kita, (Kemenpora maupun seluruh federasi olahraga), harus benar-benar memastikan bahwa sistem pembinaan atlet berjalan secara clean and clear (bersih dari praktik pelecehan seksual maupun kekerasan fisik)," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close