Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah masih memfinalkan rencana rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) tahun ini dengan mempertimbangkan kondisi fiskal dan kebutuhan prioritas nasional. Hal tersebut disampaikan usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa meski kebutuhan ASN telah disampaikan oleh berbagai kementerian, pemerintah belum dapat mengumumkan jumlah pasti.
"Secara umum hampir tadi semua menteri yang hadir sudah menyampaikan kebutuhannya. Tetapi dalam kesempatan pada siang hari ini kami belum bisa menyampaikan angka secara detail karena tadi diskusinya kemudian berkembang ya, bahwa mungkin ada prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi karena bagaimanapun juga kita harus mempertimbangkan juga kondisi kemampuan kita secara fiskal. Contohnya seperti itu," jelasnya.
Prasetyo menyebut pemerintah tengah melakukan pemetaan kebutuhan ASN secara menyeluruh, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Baca Juga: Remaja 16 Tahun Tewas Usai Hantam Kontainer di Gresik
"Tapi bahwa ada kebutuhan dari setiap kementerian, dan Ibu Menpan-RB juga sudah berkirim surat kepada seluruh K/L ya, untuk dan pemerintah daerah juga untuk melakukan semacam pemetaan gitu. Meskipun sebenarnya secara terpisah kita di pusat juga melakukan pemetaan terhadap seluruh ASN yang sudah existing gitu. Jadi ini sedang dicari titik temunya nanti kalau bicaranya masalah jumlah," paparnya.
Ia menambahkan bahwa faktor efisiensi anggaran turut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jumlah rekrutmen ASN.
"Iya, dibahas itu sebagai salah satunya. Maka tadi saya sampaikan bahwa kalau pertanyaan jumlah kita belum siang ini belum bisa menyampaikan jumlah secara pasti. Tetapi bahwa setiap tahun, kalau pertanyaannya adalah berkenaan dengan fiskal, sebenarnya setiap tahun memang secara alami ada sejumlah ASN yang memang memasuki batas usia pensiun," ungkap Prasetyo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)
Dengan demikian, pemerintah mempertimbangkan pola rekrutmen yang menyesuaikan jumlah ASN yang pensiun setiap tahun.
"Jadi mungkin kalau kita mau menjaga fiskal kita, maka kita mau menyesuaikan dengan jumlah tadi. Jadi berapa yang misalnya masuk batas usia pensiun itulah yang kemudian batas kemampuan untuk kita melakukan rekrutmen ASN baru tentunya sekali lagi untuk menjalankan program-program prioritas dari pemerintah," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan sejumlah program prioritas yang membutuhkan dukungan SDM, seperti Koperasi Desa Merah Putih dan pembangunan kampung nelayan.
"Iya, salah satunya. Itu kan bagian dari program-program prioritas pemerintah. Koperasi Desa Merah Putih, kemudian Kampung Nelayan tadi Pak Menteri KKP juga menyampaikan bahwa beliau tahun ini sesuai dengan perencanaan, beliau akan membangun atau memperbaiki minimal 1.000 sampai 3.000 Kampung Nelayan kita, dari total kurang lebih 12.000 Kampung Nelayan," jelas Pras.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan puluhan ribu koperasi desa dapat segera beroperasi.
"Iya, Kita kan insyaallah tahun ini akan kurang lebih 30.000 Koperasi Desa Merah Putih yang akan kita harapkan sudah bisa operasional. Di situ tentunya kan butuh pengawakan ya untuk dapat menjalankan fungsi-fungsi koperasi sebagaimana yang kita harapkan gitu. Justru di situlah yang kita bahas hari ini," katanya.
Ia juga menjelaskan alasan pemilihan lokasi rapat di Kementerian Pertahanan.
"Jadi begini, nantinya, nantinya pada saat kita nanti memutuskan untuk melakukan rekrutmen ya, maka kita minta Kementerian Pertahanan sebagai salah satu kementerian yang memiliki fasilitas lembaga-lembaga pendidikan yang cukup banyak dan cukup tersebar, nah itu untuk menjalankan pendidikan dan pelatihannya. Itulah kenapa rapat kita selenggarakan di Kementerian Pertahanan," tandasnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)