Ntvnews.id, Taheran - Pesawat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Iran di wilayah selatan Pulau Larak dekat Selat Hormuz. Akibat serangan tersebut, sejumlah warga Iran dilaporkan meninggal dunia.
Dilansir dari AFP, Kamis, 28 Mei 2026, menyebut Kantor berita semi pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa "beberapa warga Iran" tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel tersebut.
Sejumlah laporan lain menyebut korban jiwa dalam insiden itu mencapai empat orang, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran, meskipun upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik permanen masih terus berlangsung.
Baca Juga: Rusia Tuding Pentagon Gunakan Starlink untuk Intervensi Urusan Negara Lain
Pada Senin, beberapa jam setelah delegasi Iran tiba di Qatar untuk membahas perundingan damai, pasukan AS menggempur lokasi peluncuran rudal di dekat Bandar Abbas serta kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau.
Dalam pernyataan resminya, Komando Pusat AS menyebut serangan tersebut dilakukan sebagai langkah defensif.
"Untuk melindungi pasukan dari ancaman yang ditimbulkan pasukan Iran," demikian pernyataan militer AS, dikutip New York Times.
Seorang pejabat senior AS menyebut rudal Iran dianggap mengancam hampir dua lusin kapal perang Angkatan Laut AS, termasuk dua kapal induk beserta kapal pengawalnya yang berada di Teluk Oman dan Laut Arab.
Konflik antara AS dan Iran memanas setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi pertahanan lainnya.
Ilustrasi Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)
Pada hari yang sama, Iran membalas serangan itu dengan menggempur Israel dan aset militer AS di kawasan Teluk. Teheran juga menutup Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap kedua negara tersebut.
Saat ini, AS dan Iran masih mengupayakan negosiasi damai. Namun, kedua pihak belum menemukan titik temu terkait sejumlah usulan yang diajukan.
AS disebut berupaya menghentikan program nuklir Iran, termasuk mendorong pemindahan uranium yang telah diperkaya. Sementara itu, Iran menegaskan program nuklir dan pengayaan uranium merupakan bagian penting yang tidak bisa ditawar.
Arsip - Orang-orang sedang berolahraga dengan background sebuah kapal yang melewati Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)