Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, mengimbau umat Muslim di Indonesia untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi, khususnya bagi yang tinggal berdampingan dengan masyarakat Hindu.
Ia menegaskan bahwa Ramadan dan Idul Fitri tidak boleh menjadi hal yang mengganggu ibadah umat lain.
“Kita harus memberikan ruang yang sama untuk merayakan dan melaksanakan ibadah. Bagi saudara-saudara yang melakukan Nyepi, kita Muslim tidak boleh mengganggu,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Cholil juga menekankan bahwa Indonesia sebagai negara berlandaskan Pancasila, khususnya sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, menjamin setiap umat beragama untuk menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman.
Perayaan Nyepi (Pinterest)
Ia pun mengingatkan umat Muslim, terutama di wilayah seperti Bali, agar tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan saat takbiran. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.
“Silakan bertakbir, tetapi tidak dengan pengeras suara yang besar sehingga tidak mengganggu saudara-saudara kita yang sedang melakukan Nyepi,” katanya.
Baca Juga: Kapolri Pastikan Puncak Arus Mudik Berjalan Aman
Cholil mendorong adanya komunikasi dan dialog antarumat beragama agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan harmonis. “Bisa dilakukan dengan dialog, diatur dengan yang baik, sehingga bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman, maksimal, Indonesia yang damai dan sejahtera,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum mempererat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman.
Menurutnya, perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa karena berlangsung di tengah Ramadan dan berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia menilai pertemuan dua momentum keagamaan tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan lintas iman. “Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: satu bumi, satu keluarga,” ujar Nasaruddin.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Cholil Nafis (ANTARA/Asep Firmansyah) (Antara)