A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Serangan ke Rumah Sakit di Sudan Tewaskan 64 Orang, WHO: Fasilitas Kesehatan Tak Boleh Jadi Target - Ntvnews.id

Serangan ke Rumah Sakit di Sudan Tewaskan 64 Orang, WHO: Fasilitas Kesehatan Tak Boleh Jadi Target

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 10:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Seorang bocah mencari makanan di kamp pengungsi di El Fasher, Darfur Utara, Sudan 9 Juli 2025. (ANTARA/Xinhua/HO-UNICEF/aa) Arsip - Seorang bocah mencari makanan di kamp pengungsi di El Fasher, Darfur Utara, Sudan 9 Juli 2025. (ANTARA/Xinhua/HO-UNICEF/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Khartoum - World Health Organization melaporkan bahwa serangan terhadap sebuah rumah sakit di Sudan menyebabkan 64 orang meninggal dunia dan 89 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, Senin, 23 Maret 2026, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan bahwa serangan yang terjadi pada Jumat tersebut menghantam Rumah Sakit Pendidikan El-Daein yang berada di ibu kota negara bagian Darfur Timur.

Melalui platform X, Ghebreyesus mengungkapkan bahwa dari total korban tewas, terdapat 13 anak-anak, dua perawat perempuan, satu dokter laki-laki, serta sejumlah pasien.

Menurut kelompok advokasi hak asasi manusia Emergency Lawyers di Sudan, fasilitas kesehatan tersebut diserang menggunakan pesawat tanpa awak (drone) militer.

Ghebreyesus menambahkan bahwa rumah sakit kini tidak lagi dapat beroperasi akibat kerusakan parah yang dialami, sehingga menyebabkan terganggunya layanan medis penting secara signifikan.

Baca Juga: Korban Tewas Serangan Drone di Sudan Meningkat Jadi 114 Orang, Termasuk 63 Anak

Wilayah El-Daein yang dikuasai oleh kelompok paramiliter Rapid Support Forces terus menjadi sasaran serangan dari militer Sudan. Serangan ini merupakan bagian dari upaya mendorong kelompok tersebut kembali ke basisnya di wilayah Darfur dan menjauh dari kawasan tengah Sudan.

Sebelumnya, serangan di pasar kota pada awal bulan juga memicu kebakaran hebat akibat tong-tong minyak yang terbakar selama berjam-jam.

Sistem pemantauan serangan terhadap layanan kesehatan milik WHO, Surveillance System for Attacks on Health Care, telah mencatat dan memverifikasi insiden tersebut, namun tidak menunjuk pihak tertentu sebagai pelaku karena bukan lembaga investigatif.

Foto yang diambil pada 11 Desember 2024 menunjukkan rumah-rumah yang rusak akibat tembakan artileri di kamp pengungsian di El Fasher, Ibu Kota Negara Bagian Darfur Utara, Sudan.  <b>(Antara)</b> Foto yang diambil pada 11 Desember 2024 menunjukkan rumah-rumah yang rusak akibat tembakan artileri di kamp pengungsian di El Fasher, Ibu Kota Negara Bagian Darfur Utara, Sudan. (Antara)

Serangan terhadap fasilitas kesehatan terus berulang meski mendapat kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak konflik bersenjata pecah pada April 2023.

Insiden terbaru ini menambah jumlah korban tewas akibat serangan terhadap fasilitas kesehatan menjadi 2.036 orang.

"Fasilitas kesehatan seharusnya tidak pernah menjadi target. Perdamaian adalah obat terbaik," kata Ghebreyesus.

x|close