A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'id' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 491

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 491
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 53
Function: author

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'id' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 91

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 91
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'id' of non-object

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 92

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 92
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Tiimur Tengah Makin Panas, Kapal Selam Nuklir Inggris Kini Berada di Laut Arab - Ntvnews.id

Tiimur Tengah Makin Panas, Kapal Selam Nuklir Inggris Kini Berada di Laut Arab

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 12:32
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Kapal Selam Kapal Selam

Ntvnews.id, London - Kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris dilaporkan telah tiba di Laut Arab dengan kemampuan untuk melancarkan serangan ke Iran apabila konflik meningkat. Berdasarkan sumber militer, kapal selam HMS Anson memiliki kapabilitas untuk meluncurkan rudal jelajah.

Dilansir dari Daily Mail, Senin, 23 Maret 2026, HMS Anson dilengkapi dengan rudal serang darat Tomahawk Block IV yang memiliki jangkauan hingga 1.000 mil, serta torpedo berat Spearfish. Kapal tersebut diketahui berangkat dari pelabuhan di Perth pada 6 Maret dan diyakini tengah mengambil posisi di perairan dalam kawasan utara Laut Arab.

Kehadiran kapal ini menandakan kesiapan militer Inggris untuk melakukan serangan terhadap Iran jika eskalasi konflik terus berlanjut. Situasi ini mencuat setelah pemerintah di Downing Street menyampaikan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer telah menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat guna menyerang target di Iran yang berkaitan dengan ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Starmer hanya mengizinkan penggunaan pangkalan tersebut untuk operasi defensif guna mencegah serangan rudal Iran. Namun kini, persetujuan diperluas untuk mendukung perlindungan kapal-kapal di jalur pelayaran internasional dalam kerangka “pertahanan diri kolektif”.

Baca Juga: PM Inggris Tegaskan Operasi di Selat Hormuz Bukan Misi NATO

HMS Anson yang telah menempuh perjalanan sejauh 5.500 mil dari pantai barat Australia itu secara berkala naik mendekati permukaan laut untuk menjalin komunikasi dengan pusat komando militer Inggris di Markas Besar Gabungan Permanen (PJHQ) di Northwood, London.

Menurut sumber pertahanan, perintah peluncuran serangan akan diberikan oleh Letnan Jenderal Nick Perry selaku kepala operasi gabungan, setelah mendapat persetujuan dari Perdana Menteri. Dalam skenario tersebut, kapal selam akan mendekati permukaan dan meluncurkan salvo empat rudal sekaligus.

Kapal selam canggih yang berbasis di Faslane, Skotlandia, ini memiliki teknologi mutakhir tanpa periskop konvensional, melainkan menggunakan sistem tampilan visual digital. Reaktor nuklirnya memungkinkan kapal beroperasi hingga 25 tahun tanpa pengisian bahan bakar, serta mampu memproduksi air dan udara sendiri untuk bertahan lama di bawah laut.

Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) <b>(Antara)</b> Kapal patroli Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Meski demikian, operasional kapal tetap dibatasi oleh persediaan logistik, terutama makanan yang hanya cukup untuk sekitar tiga bulan bagi 98 awaknya.

Salah satu sumber menyebutkan, "Anson akan bersembunyi dengan tenang. Perdana Menteri dan Komandan Operasi Maritim akan diberitahu di mana kapal itu berada dan, tentu saja, Dinas Kapal Selam--tetapi lokasinya tidak akan diketahui secara luas."

Ia juga menambahkan, "Angkatan Laut dengan cepat menempatkan kapal selam dan kemudian dapat membiarkannya berada di sana selama berminggu-minggu."

Baca Juga: PM Inggris Keir Starmer Kirim Jet Tempur ke Qatar, Inggris Siaga Hadapi Eskalasi Konflik Timur Tengah

Dalam kondisi tertentu, kapal bahkan akan beroperasi dalam mode senyap total. "Jika perlu, kapal akan beroperasi tanpa suara, jadi tidak ada pancuran, tidak ada toilet yang disiram, dan banyak orang mandi di satu bak air. Baunya akan sangat menyengat."

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait lokasi dan misi kapal tersebut. Seorang juru bicara menyatakan, "Kami tidak akan memberikan detail terkini tentang operasi atau penempatan tertentu."

"Kami terus memantau kemampuan kami di wilayah ini secara berkala." pungkasnya.

x|close