Ntvnews.id, Beirut - Militer Israel diperintahkan untuk mempercepat penghancuran rumah-rumah warga di desa perbatasan Lebanon sebagai langkah menekan ancaman terhadap komunitas Israel. Kebijakan tersebut disebut mengacu pada strategi yang sebelumnya diterapkan di Beit Hanoun dan Rafah di Jalur Gaza.
Dilansir dari AFP, Senin, 23 Maret 2026, Kepala Pertahanan Israel Katz juga mengungkapkan telah menginstruksikan militer untuk menghancurkan seluruh jembatan yang melintasi Sungai Litani. Jembatan-jembatan tersebut diduga dimanfaatkan oleh kelompok Hizbullah untuk memindahkan persenjataan.
"Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan saya telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk segera menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani guna mencegah pergerakan pejuang dan senjata Hizbullah bergerak ke arah selatan,” kata Katz, Minggu.
Baca Juga: 5 Negara Barat Peringatkan Risiko Besar Jika Israel Lakukan Serangan Darat di Lebanon
Pada pekan sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan telah menyerang dua titik penyeberangan di Sungai Litani yang menghubungkan wilayah Lebanon selatan dengan daerah lainnya. Menurut pihak militer, jembatan tersebut digunakan sebagai jalur distribusi senjata.
Situasi di kawasan semakin memanas sejak awal Maret, ketika Hizbullah kembali melanjutkan operasi militernya terhadap Israel, menyusul terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sebagai respons, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah pinggiran selatan Beirut serta puluhan kota dan desa di Lebanon bagian selatan dan timur.
Data resmi mencatat sedikitnya 826 orang meninggal dunia, lebih dari 2.000 lainnya mengalami luka-luka, dan lebih dari 800.000 warga terpaksa mengungsi akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Asap membubung pasca-serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Bilal Jawich/bar) (Antara)