Cucu Mpok Nori Dibunuh Eks Suami Gara-gara Tak Terima Diceraikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 15:12
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Cucu Mpok Nori, Dewhinta Anggary dan eks suami siri, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad. Cucu Mpok Nori, Dewhinta Anggary dan eks suami siri, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad. (Ist. )

Ntvnews.id, Jakarta - Terungkap motif pembunuhan cucu seniman legendaris Betawi, Mpok Nori. Korban Dewhinta Anggary (37), dibunuh mantan suami sirinya, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad (49), karena menolak rujuk.

Sebelumnya, Fuad yang merupakan warga negara Irak, menyampaikan talak kepada Dewhinta.

"Ya itu tadi yang saya bilang istrinya minta cerai karena kan sudah berkali-kali dia ditalak ya. Nah si ini nggak terima, si mantannya ini nggak terima, dia melukai dirinya sendiri," ujar ketua RT setempat, Nurgiyanto, Senin, 23 Maret 2026.

Aksi pelaku itu turut membuat keluarga korban ketakutan. Terlebih, Fuad tak terima diceraikan seraya membawa senjata tajam.

"Cekcok sebulan yang lalu itu tadi yang saya bilang, dia nggak terima akhirnya bawa-bawa sajam untuk melukai dirinya sendiri," kata dia.

Karena takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, ibu Dewhinta langsung memanggil polisi.

"Ya orang perempuan di sini kan takut, ibunya, dia bawa-bawa senjata tajam, takut mungkin mertuanya diancam makanya langsung lapor ke polsek," tuturnya.

Walau begitu, saat polisi tiba di lokasi, pelaku langsung melarikan diri. Nurgiyanto sempat mencoba menengahi permasalahan mereka. Ia menyarankan agar keduanya benar-benar berpisah jika memang sudah tidak ada kecocokan.

"Saya mediasi kalau memang mau pisah, pisah saja lah gitu ya. Kalau memang sudah nggak mau lagi berarti pisah, pisah saja gitu lho. Cuma si pelaku ini memang dia nggak mau pisah, intinya itu," jelas dia.

Diketahui, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 03.00 WIB, oleh anggota keluarganya. Kala itu, ibu dan adik korban datang untuk membangunkan Dewhinta, namun pintu dalam keadaan terkunci.

Adik korban lalu masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah di dalam kamar.

Berdasarkan pengamatan, korban mengalami luka serius di bagian leher dan tubuh atas. Bercak darah juga nampak di sekitar tempat tidur, menandakan adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia. Pihak keluarga yang panik, lantas melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Petugas dari Polsek Metro Cipayung bersama tim dari Polda Metro Jaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna diautopsi, hingga akhirnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

x|close