Polri Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi Dua Gelombang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 18:32
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Juru Bicara Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala. ANTARA/HO-Polri. Juru Bicara Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala. ANTARA/HO-Polri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa arus balik Lebaran mulai mengalami peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Lonjakan volume kendaraan diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam dua periode berbeda.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Marupa Sagala, memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.

“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” kata Kombes Pol. Marupa dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret

Data lalu lintas pada Minggu, 22 Maret 2026 pukul 06.00–22.00 WIB menunjukkan sebanyak 122.994 kendaraan masuk ke Jakarta. Angka ini turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun mengalami kenaikan 3,73 persen jika dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 unit. Angka tersebut meningkat signifikan sebesar 65,79 persen dibandingkan kondisi normal, serta naik 2,06 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, sistem penghitungan lalu lintas secara real time, serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

Marupa menegaskan bahwa pengamanan dan pelayanan akan terus ditingkatkan agar arus mudik maupun balik berjalan aman, tertib, dan lancar. Saat ini, arus lalu lintas disebut mulai melandai dan kembali normal dua arah setelah rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) dihentikan berdasarkan evaluasi situasi di lapangan.

Baca Juga: Menhub Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran di 24, 28, dan 29 Maret 2026

Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama para pemangku kepentingan akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow serta one way lokal maupun nasional.

"Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70," tuturnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau memanfaatkan jalur alternatif seperti Tol Jakarta–Cikampek II Selatan guna menghindari kepadatan di jalur utama. Pada beberapa segmen, ruas tol tersebut bahkan dapat digunakan secara gratis selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

(Sumber: Antara)

x|close