Ntvnews.id, Jakarta - Berita ini bukan untuk menginspirasi siapa pun guna melakukan aksi serupa. Untuk Anda yang mengalami depresi hingga ingin bunuh diri, segera konsultasi ke psikolog hingga psikiater.
Percobaan aksi bunuh diri dilakukan seorang wanita muda di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 22 Maret 2026, pukul 23.35 WIB.
Percobaan gantung diri itu berlangsung di depan pintu gerbang Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Gambir Jakarta Pusat. Korban berinisial JSLP yang masih berusia 20 tahun, dan merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa ini terjadi gara-gara JSLP jadi korban pemerkosaan oleh seorang pria muda. Pria muda berinisial DAM ini merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN).
DAM juga merupakan alumni Politeknik Keuangan Negara STAN. Ia dilaporkan oleh ibu dari JSLP beberapa waktu lalu, dan sejak tahun 2023 korban dalam kasus ini didampingi oleh YLBHI APIK Jakarta. DAM sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) pada 2024, yang dikeluarkan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Ini setelah pemuda asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu, tak diketahui keberadaannya.
Baca Juga: Menteri PPPA Kecam Keras Kasus Pemerkosaan Anak oleh Ayah Kandung Di Demak
Walau begitu, mengacu buku catatan yang ditulis tangan JSLP, yang juga turut diamankan petugas, penanganan kasus ini dinyatakan berakhir usai keduanya menikah. Namun demikian JSLP merasa persoalan ini belum selesai.
JSLP lalu melakukan pembatalan pernikahan, karena merasa diperdaya. Ia juga mengupayakan proses hukum kembali. Namun ia merasa mengalami jalan buntu.
JSLP frustrasi hingga mengalami trauma dan depresi akibat perkara tersebut. Ia merasa dipersalahkan dan dihakimi atas persoalan itu. JSLP juga merasa kecewa dengan sikap orang tuanya.
Baca Juga: Piche Kota Bantah Tuduhan Pemerkosaan, Tegaskan Ikuti Proses Hukum
Selain itu, JSLP turut menjalani pengobatan kejiwaan di RSCM, Jakarta Pusat. Ia disebut menjalani rawat jalan. Niatan dan upaya bunuh diri JSLP beberapa kali ia lakukan.
Beberapa caranya dengan menyayat pergelangan tangan dengan benda tajam, membenturkan kepala ke dinding, hingga terakhir berupaya gantung diri di depan Istana.
Diketahui, percobaan bunuh diri ini awalnya diketahui kala pada pukul 23.35 WIB, saksi Pratu Rival yang sedang berjaga di pos mengawasi dari dalam pagar Istana. Setelah diperhatikan, ada kecurigaan petugas yang sedang berjaga terhadap perempuan yang belakangan diketahui berinisial JSLP tersebut.
Selanjutnya, Rival mendatangi perempuan itu dengan tas sudah berada di bawah, dan sepatu sudah terlepas. Kemudian petugas melapor ke danposko, selanjutnya Paspampres melakukan pelaporan ke tenda putih kepada anggota Brimob yang sedang berjaga.
Lalu, pukul 23:40 WIB, anggota Brimob Resimen Cikeas yakni Briptu Resda, yang berada di tenda putih A11, menerima laporan. Posko Brimob Resimen beserta anggota kemudian mengarah ke tempat kejadian perkara (TKP).
Berikutnya, pukul 23.45 WIB, petugas Polsek Metro Gambir menerima informasi dari Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu. Kemudian pada Pukul 00.10 WIB, dokter dari Biddokkes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi kejadian. Dokter berupaya melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap wanita tersebut, namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati.
Pukul 00.56 WIB, wanita tersebut berhasil diamankan dan dibawa ke depan Posko Pengamanan Polri untuk selanjutnya dimintai keterangan.
Lantas pada pukul 01.16 WIB, wanita tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia telah dibawa dan diperiksa polwan dari Sat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat. Usai dibawa ke kantor polisi, JSLP dibawa ke RSCM.
Sebagai barang bukti, diamankan 1 utas tali tambang putih, sebuah buku harian, buku Kendali Layanan Bantuan Medis dan Psikologis Pasien LPSK. Selanjutnya, dua unit ponsel, charger dan tas punggung.
Tulisan yang terdapat pada buku harian milik JSLP. (Ist.)