Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan dirinya telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden RI Prabowo Subianto terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan Anwar dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Selasa, 24 Maret 2026.
"Dalam panggilan telepon dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto kemarin (Senin), kami bertukar pandangan mengenai berbagai isu terkini, termasuk konflik Iran-Israel," kata Anwar, sebagaimana dikutip dari Antara.
Selain membahas situasi global, kedua pemimpin juga sepakat untuk segera menggelar pertemuan langsung dalam waktu dekat. Agenda tersebut mencakup rencana kunjungan Anwar ke Jakarta sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, 283 Ribu Kendaraan Diprediksi Menuju Jakarta
"Menyentuh isu regional dan internasional, kami juga bertukar pandangan mengenai konflik Iran-Israel serta pentingnya pendekatan diplomasi yang berkelanjutan," kata Anwar.
Dalam pembicaraan tersebut, Prabowo dan Anwar turut menyerukan pentingnya perdamaian serta menegaskan komitmen untuk terus mendukung jalur diplomasi dalam meredakan konflik.
"Agar ketegangan dapat dikurangi, nyawa warga sipil terlindungi, serta ruang perundingan yang bermakna dapat dibuka menuju penyelesaian yang damai dan berkelanjutan," ujar Anwar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo diketahui menjalin komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, termasuk dengan Anwar Ibrahim.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa komunikasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik serta memperkuat kerja sama antarnegara, khususnya dalam momentum Idul Fitri yang penuh makna.
Presiden RI Prabowo Subianto berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). (ANTARA)