Survei: Kepuasan Publik terhadap Trump Turun ke 36 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mar 2026, 13:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Tingkat kepuasan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah turun dalam beberapa hari terakhir ke level terendah sejak dimulainya masa jabatan keduanya, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penolakan luas atas perang yang dilancarkannya terhadap Iran, menurut sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Selasa (24/3). ANTARA/Xinhua. Ilustrasi - Tingkat kepuasan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah turun dalam beberapa hari terakhir ke level terendah sejak dimulainya masa jabatan keduanya, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penolakan luas atas perang yang dilancarkannya terhadap Iran, menurut sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Selasa (24/3). ANTARA/Xinhua. (Antara)

Ntvnews.id, Washington  - Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir hingga mencapai level terendah sejak awal masa jabatan keduanya, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penolakan luas terhadap perang yang dilancarkan terhadap Iran, berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Selasa 24 Maret 2026.

Baca Juga: Selat Hormuz Lumpuh, Harga BBM di Berbagai Negara Naik

Jajak pendapat yang berlangsung selama empat hari dan berakhir pada Senin 23 Maret 2026 tersebut menunjukkan bahwa 36 persen warga Amerika Serikat menyatakan puas terhadap kinerja Trump, turun dari 40 persen pada survei Reuters/Ipsos pekan sebelumnya.

Hasil survei juga menunjukkan hanya 25 persen responden yang puas dengan cara Trump menangani persoalan biaya hidup, yang sebelumnya disebut sebagai faktor penting kemenangan Trump dalam pemilihan presiden 2024.

Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja ekonomi Trump berada di angka 29 persen, menjadi yang terendah sepanjang dua masa kepresidenannya dan lebih rendah dibandingkan tingkat kepuasan ekonomi pada masa mantan Presiden AS Joe Biden, menurut hasil jajak pendapat tersebut.

Baca Juga: Purbaya Pastikan Harga BBM Tidak Naik Meski Minyak Dunia Bergejolak: Uangnya Masih Cukup

Setelah lebih dari tiga pekan konflik melawan Iran, tekanan terhadap Trump semakin meningkat, baik dari sekutu politik, kalangan pelaku bisnis, maupun basis pendukungnya sendiri agar segera mengakhiri perang tersebut.

Sejumlah tokoh utama dari kelompok MAGA ("Make America Great Again") juga secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap konflik tersebut, termasuk mantan kepala strategi Trump Steve Bannon, komentator politik Tucker Carlson, dan tokoh media Megyn Kelly.

(Sumber: Antara)

x|close