Ntvnews.id, Iran - Pemerintah Iran menyatakan telah memberikan izin kepada kapal-kapal dari sejumlah negara yang dianggap sebagai mitra dekat untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam pernyataannya kepada saluran televisi satelit Lebanon Al Mayadeen, menegaskan bahwa izin tersebut diberikan kepada beberapa negara tertentu.
"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," ujarnya dikutip dari Anadolu, Kamis, 26 Maret 2026.
Baca Juga: Inggris Siap Pimpin Operasi Koalisi Buka Selat Hormuz
Lebih lanjut, Araghchi menekankan bahwa Iran tidak memiliki kepentingan untuk membuka akses bagi negara yang dianggap berseberangan. Ia menyatakan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan "kapal-kapal musuh" melewati Selat Hormuz.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Perkuat Pertahanan Pulau Kharg, Antisipasi Operasi AS
Situasi tersebut memicu gangguan serius di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Kondisi yang menyerupai blokade ini turut berdampak pada penurunan ekspor dan produksi energi, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)