Iran Bombardir Israel dan Pangkalan Militer AS di Teluk dengan Rudal dan Drone

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 14:30
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Garda Revolusi Iran melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone yang menyasar sejumlah wilayah di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Aksi ini disebut sebagai bentuk pembalasan Teheran atas rangkaian serangan yang dilakukan AS dan Israel sejak akhir Februari.

Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan kantor berita Iran, IRNA dan Fars, seperti dilansir AFP pada Jumat (27/3/2026), operasi militer yang dilakukan pada dini hari tersebut melibatkan kombinasi rudal jarak jauh, rudal jarak menengah, serta penggunaan drone penghancur dan drone pengintai.

Serangan ini diarahkan ke berbagai target strategis. Di Israel, Garda Revolusi Iran menyasar sejumlah aset penting, sementara di kawasan Teluk, fasilitas militer AS di Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain turut menjadi sasaran.

Baca Juga: Pelaporan SPT 2025 Tembus 9,1 Juta, Batas Waktu Diperpanjang hingga 30 April 2026

Salah satu target utama yang disebut adalah fasilitas pemeliharaan sistem pertahanan udara Patriot milik AS yang ditempatkan di Bahrain. Selain itu, berdasarkan laporan Press TV, serangan juga mencakup tangki penyimpanan dan depot minyak di Ashdod, lokasi personel militer di permukiman Modi'in, Israel, serta pusat pertukaran informasi militer AS di kawasan tersebut.

Operasi militer Iran juga menjangkau sejumlah pangkalan penting milik AS di kawasan Teluk. Di Uni Emirat Arab, pangkalan militer Al-Dhafra menjadi sasaran. Di Qatar, pangkalan udara Al-Udeid ikut diserang. Sementara di Kuwait, target meliputi hanggar perawatan dan fasilitas penyimpanan untuk pesawat angkut serta drone di pangkalan udara Ali Al-Salem.

Baca Juga: Pendaftaran KIP Kuliah Jalur SNBT 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Manfaatnya

Serangan turut menyasar infrastruktur pendukung militer lainnya, termasuk tangki bahan bakar jet tempur AS dan fasilitas perawatan serta perbaikan sistem rudal Patriot di pangkalan Sheikh Isa, Bahrain.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran mengklaim operasi tersebut berjalan efektif dan mencapai target yang ditetapkan, bahkan disebut dilaksanakan dengan "kesuksesan penuh".

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel maupun negara-negara Teluk terkait dampak dari serangan terbaru Iran tersebut.

x|close