Paus Leo XIV: Yesus Menolak Doa Para Pemimpin yang Mengobarkan Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mar 2026, 06:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Paus Leo XIV Paus Leo XIV (YouTube Vatican News)

Ntvnews.id, VatikanPaus Leo XIV menegaskan bahwa Yesus menolak doa dari para pemimpin yang memicu peperangan dan memiliki “tangan penuh darah”.

Pernyataan keras tersebut disampaikan di hadapan puluhan ribu umat dalam perayaan Palm Sunday, yang menjadi pembuka pekan suci menjelang Paskah. Dalam kesempatan itu, pemimpin tertinggi Gereja Katolik menekankan bahwa sosok Yesus tidak bisa dijadikan pembenaran atas tindakan perang dalam bentuk apa pun.

"Inilah tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata paus pertama asal Amerika Serikat kepada umat Katolik di , di St. Peter's Square, Vatikan, dikutip dari Reuters, Senin, 30 Maret 2026.

"(Yesus) tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang, tetapi menolaknya, dengan mengatakan, 'sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan, tanganmu penuh darah," ujar Paus Leo, mengutip ayat Alkitab.

Baca Juga: Jutaan Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan Tolak Gaya Otoriter Donald Trump

Ia juga merujuk pada kisah menjelang penyaliban Yesus dalam Alkitab. Menurutnya, sebelum ditangkap, Yesus sempat menegur salah satu pengikutnya yang menggunakan pedang untuk menyerang orang-orang yang hendak menangkap-Nya.

"(Yesus) tidak mempersenjatai diri, tidak membela diri, dan tidak berperang. Ia menyingkapkan wajah tuhan yang penuh kelembutan, yang selalu menolak kekerasan. Alih-alih menyelamatkan diri, Ia membiarkan diri-Nya disalibkan," pungkasnya.

Meski tidak menyebutkan nama pemimpin dunia secara spesifik, dalam beberapa pekan terakhir Paus Leo XIV diketahui semakin vokal mengkritik konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Paus yang dikenal berhati-hati dalam bertutur kata itu juga berulang kali menyerukan pentingnya gencatan senjata. Bahkan, pada awal pekan lalu, ia menegaskan bahwa serangan udara militer yang bersifat tidak pandang bulu harus dihentikan dan tidak dapat dibenarkan.

TERKINI

Load More
x|close