Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan tegas terkait pengambilan dan penyebaran konten sensitif di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan. Larangan ini mencakup aktivitas merekam, memotret, hingga membagikan informasi mengenai penangkisan rudal dan drone, termasuk lokasi jatuhnya.
Imbauan tersebut turut disampaikan oleh perwakilan Indonesia melalui KBRI Riyadh yang meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mematuhi aturan yang berlaku. Dalam pernyataan resminya, KBRI menegaskan larangan tersebut.
“Sehubungan dengan imbauan otoritas Arab Saudi, seluruh WNI diminta untuk tidak menyebarkan foto/video, lokasi kejadian, maupun informasi sensitif di media sosial. Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban dengan tetap mematuhi peraturan yang berlaku,” tulis KBRI.
Baca Juga: Kemhan Benarkan 1 Prajurit TNI Tewas dan 3 Terluka Akibat Serangan Israel di Lebanon
Kebijakan ini muncul seiring meningkatnya situasi keamanan di kawasan, termasuk ancaman serangan udara yang melibatkan rudal dan drone. Pemerintah Saudi menilai penyebaran informasi semacam itu berpotensi mengganggu stabilitas dan keselamatan publik.
Larangan tersebut secara spesifik mencakup tiga hal utama, yakni pengambilan dan distribusi foto atau video kejadian, penyebutan detail lokasi insiden, serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Otoritas setempat juga menegaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada konsekuensi hukum. Dalam peringatan resmi, disebutkan bahwa aktivitas seperti mengambil foto, menyebarkan, atau membagikan informasi terkait penangkisan rudal dan drone serta lokasi jatuhnya akan membuat kamu terjerat hukum.
Baca Juga: Satu Korban Ditemukan Tewas Mengenaskan, Usai Kabar Pasutri Terseret Arus di Cianjur
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi dalam menjaga keamanan nasional, khususnya di tengah kondisi yang dinilai sensitif. Pembatasan informasi juga dimaksudkan untuk mencegah penyebaran data strategis yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu.
KBRI Riyadh mengimbau WNI agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan diri selama berada di Arab Saudi. Selain itu, masyarakat diminta hanya mengakses dan menyebarkan informasi resmi dari otoritas setempat guna menghindari risiko hukum.
Dengan aturan yang semakin ketat, disiplin dalam penggunaan media sosial menjadi kunci penting bagi WNI agar tidak terjerat sanksi, sekaligus turut menjaga stabilitas keamanan di negara tersebut.
Ilustrasi - Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. ANTARA/Anadolu/py (Antara)