Fenomena Pink Moon Bisa Disaksikan 1-2 April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 12:50
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Fenomena bulan purnama penuh merah muda terlihat dari langit di Depok, Jawa Barat, Kamis (dini hari) (6/4/2023). Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),Êbulan purnama merah muda atau pink moonÊmerupakan fenomena astronomi berupa bulan purnama yang terjadi pada setiap April, dan dapat disaksikan mulai tanggal 5 hingga 6 April 2023. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. Ilustrasi - Fenomena bulan purnama penuh merah muda terlihat dari langit di Depok, Jawa Barat, Kamis (dini hari) (6/4/2023). Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),Êbulan purnama merah muda atau pink moonÊmerupakan fenomena astronomi berupa bulan purnama yang terjadi pada setiap April, dan dapat disaksikan mulai tanggal 5 hingga 6 April 2023. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai *pink moon* dipastikan dapat diamati oleh masyarakat pada Rabu malam, 1 April hingga Kamis dini hari, 2 April 2026.

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, menyampaikan bahwa fenomena tersebut terjadi pada periode awal April tahun ini.

"Purnama pink tahun ini pada Rabu malam Kamis, 1-2 April 2026," kata Thomas kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa bulan purnama dapat diamati sejak waktu maghrib hingga menjelang matahari terbit.

Pengamatan bisa dilakukan secara langsung tanpa alat bantu maupun menggunakan perangkat seperti teleskop dan kamera.

"Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera," ujarnya.

Baca Juga: NASA Rencanakan Pendaratan di Bulan Setiap Tahun Mulai 2027

Menurut Thomas, fenomena ini tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi masyarakat sehingga aman untuk disaksikan.

"Tidak ada dampak negatifnya. Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi," lanjut dia.

Ia juga menegaskan bahwa istilah pink moon bukan merujuk pada warna bulan yang berubah menjadi merah muda.

Fenomena tersebut pada dasarnya adalah bulan purnama biasa yang terjadi di bulan April.

"Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media," ucap Thomas Djamaluddin menjelaskan.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Jakarta, Bulan Purnama Tampak Merah Tembaga

Berdasarkan informasi dari situs astronomi Time and Date, fenomena ini memang dapat diamati pada 1–2 April 2026.

Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah sesaat setelah bulan terbit, bertepatan dengan waktu maghrib.

Pada saat tersebut, bulan berada di posisi rendah dekat cakrawala sehingga menimbulkan ilusi optik yang membuat ukurannya tampak lebih besar dan cahayanya terlihat keemasan akibat efek pantulan atmosfer.

(Sumber: Antara)

x|close