Ntvnews.id, Jakarta - Alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar untuk Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) dalam dokumen anggaran SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026 menuai sorotan publik. Selain nominalnya yang dinilai besar, jumlah personel tim yang mencapai 47 orang juga dianggap terlalu gemuk dan berpotensi membebani APBD.
Menanggapi kritik tersebut, Gubernur Rudy Mas'ud memberikan penjelasan terkait urgensi keberadaan tim ahli dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah.
Menurut Rudy, anggaran yang dialokasikan untuk TAGUPP tidak seharusnya dipandang sebagai beban biaya, melainkan sebagai bagian dari investasi kebijakan untuk memastikan keputusan pemerintah tepat sasaran.
“Jangan salah persepsi. Pertama, terima kasih banyak ya masyarakat Kalimantan Timur. Kami senang sekali kritik saran yang sifatnya memang bagus. Sebenarnya dengan adanya tim ahli gubernur ini adalah satu. Ini merupakan sebenarnya bukan cost,” ujarnya.
Baca Juga: Suami VCS Wanita Lain, Clara Shinta: Doain Aja Mereka Jodoh
Ia menegaskan bahwa pengelolaan APBD Kaltim yang mencapai puluhan triliun rupiah membutuhkan pengawalan dari tenaga ahli yang kompeten agar tidak terjadi kesalahan kebijakan yang berujung pada kerugian negara.
“Ini bagian daripada investasi agar kebijakan-kebijakan yang diambil oleh kepala daerah ini betul-betul berpihak dan tepat sasaran kepada masyarakat kita. Berapalah duit itu dengan kebijakan, kalau salah kebijakannya, berapa duit yang harus hilang? APBD kita ini puluhan triliun. Jangan sampai tidak berpihak kepada masyarakat kita ataupun berdampak langsung kepada masyarakat kita,” lanjutnya.
Rudy juga menekankan bahwa pembentukan dan operasional TAGUPP telah melalui prosedur yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Yang kedua tentu sudah melalui SOP. Sesuai mengikuti dengan peraturan-peraturan yang berlaku,” katanya.
Baca Juga: Dasco Imbau Warga Tak Panic Buying, Harga BBM Dipastikan Tetap
Terkait sorotan atas jumlah anggota tim yang dinilai terlalu besar, ia menilai komposisi tersebut masih wajar jika dibandingkan dengan daerah lain. Ia juga memastikan bahwa seluruh anggota TAGUPP memiliki kapasitas dan keahlian di bidangnya masing-masing.
“Kita masih jauh dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain. Saya rasa di sini, orang-orang yang ada di dalam ini adalah orang-orang yang punya kompetensi, orang-orang yang ekspert, dan orang-orang yang punya kapasitas dan kapabilitas,” tegasnya.
Perdebatan mengenai alokasi anggaran dan struktur TAGUPP ini pun masih menjadi perhatian publik. Efektivitas tim tersebut akan diuji melalui realisasi program pembangunan di Kalimantan Timur sepanjang 2026, terutama dalam menghasilkan dampak ekonomi yang sepadan atau bahkan melampaui nilai anggaran yang telah digelontorkan.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. (ANTARA/Ahmad Rifandi.) (Antara)